UNSUR Forkopimda Kota Cirebon menggelar rapat membahas putusan PSU di Balaikota Cirebon, Kamis (13/9/2018).* Iskandar/KC Online

CIREBON, (KC Online).- 

Pemungutan Suara Ulang (PSU) di 24 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Cirebon diagendakan akan digelar pertengahan pekan depan. Namun, dalam sisa waktu yang tersedia jelang PSU, pasangan calon walikota tidak diperbolehkan untuk melakukan kampanye pada kesempatan tersebut.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Emirzal Hamdani mengatakan, PSU di 24 TPS di enam kelurahan yang tersebar di empat kecamatan se-Kota Cirebon diagendakan pada Rabu 19 September 2018, namun masih dilakukan koordinasi dengan lembaga di atasnya.

Untuk pelaksanaan PSU di 24 TPS ini, tercatat Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 8.515 suara, ini sesuai dengan jumlah pemilih pilwalkot pada 27 Juni 2018. “Kalau bisa lebih cepat, tak usah lambat-lambat. Tapi, kami masih harus koordinasikan dulu dengan KPU Provinsi Jawa Barat dan KPU RI,” ungkapnya seusai rapat internal terkait PSU bersama Pemkot Cirebon, Polres, TNI, serta Bawaslu Kota Cirebon, di Balaikota, Kamis (13/9/2018).

Emir meyakinkan, KPU siap menggelar PSU yang salah satunya membahas kesiapan anggaran yang berasal dari dana hibah Pemkot Cirebon. Berdasarkan kesiapan logistik, KPU juga telah memesan surat suara kepada pihak rekanan pemenang tender sesuai kebutuhan yang ada di Solo.

Emir mengatakan, mengacu pada DPT di 24 TPS yang menggelar PSU akan ditambah surat suara cadangan 2,5 persen per TPS, sehingga KPU memerlukan total 8.738 surat suara. Dari jumlah itu, KPU Kota Cirebon saat ini masih memiliki 2 ribu surat suara cadangan dari pilkada Juli lalu.

“Maka kekurangannya sebanyak 6.738 surat suara dan sebanyak itulah yang kami pesan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu Emirzal mewanti-wanti, bahwa tidak ada kampanye bagi kedua pasangan calon kepala daerah sebelum pelaksanaan PSU.

KPU sendiri berjanji bakal menyosialisasikan PSU kepada masyarakat di 24 TPS, masing-masing tiga TPS di Kecamatan Kesambi yakni TPS 15 Kelurahan Kesambi serta TPS 15 dan TPS 16 di Kelurahan Drajat. Lalu 18 TPS di Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksan, yakni TPS 3, TPS 5, TPS 6, TPS 11, TPS 12, TPS 14, TPS 15, TPS 16, TPS 17, TPS 18, TPS 19, TPS 20, TPS 22, TPS 23, TPS 24, TPS 25, TPS 27, dan TPS 28. Kemudian dua TPS di Kecamatan Lemahwungkuk yakni TPS 16 di Kelurahan Kasepuhan dan TPS 15 di Kelurahan Panjunan, serta satu TPS di Kecamatan Pekalipan yakni, TPS 10 di Kelurahan Jagasatru.

Disinggung mengenai lima petugas di TPS yang dijatuhi sanksi DKPP agar tidak lagi dipilih sebagai penyelenggara pemilu akibat membuka kotak suara. Emirzal memastikan, kelimanya akan diganti (PAW atau pergantian antar waktu) guna mencegah terulangnya insiden pembukaan kotak suara pada PSU nanti.

Pihaknya akan melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) dan sosialisasi bagi petugas penyelenggara pemilu. Namun demikian, tidak berlaku libur secara umum saat PSU dilaksanakan. Hanya, KPU akan menyiapkan surat permintaan izin menggunakan hak pilih bagi warga di 24 TPS. “Semoga pelaksanaannya bisa sesuai dengan jadwal yang direncanakan,” ungkapnya.

Tetap kondusif 

Sementara itu, Kapolres Cirebon Kota, Ajun Komisaris Besar Roland Ronaldy menjanjikan kesiapan Polri termasuk 600 personel Brimob Polda Jabar dalam menjaga keamanan terkait PSU. Polri pun dibantu TNI, termasuk personel Lanal turut memperkuat pengamanan.

“Kewajiban terselenggaranya PSU yakni keamanan dan masyarakat bisa menyampaikan hak pilihnya,” katanya

Pihaknya menganggap semua daerah berpotensi rawan. Namun, dia meyakinkan, hingga kini situasi Kota Cirebon masih kondusif dan masyarakat diimbau terus menjaga situasi. “Kami sifatnya menjaga keamanan selama berlangsungnya proses PSU yang akan dilaksanakan agar suasana tetap kondusif dan terencana,” akunya.

Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Asep Dedi menyatakan, pihaknya telah meminta penyelenggara pemilu menyiapkan segalanya terkait PSU. Dia menjamin sejauh ini belum ada kendala terkait rencana PSU, termasuk soal anggaran.

“KPU menyatakan anggaran sudah siap. Pemkot tak mengeluarkan anggaran tambahan untuk PSU karena KPU masih memiliki anggaran dari dana hibah yang telah diberikan Pemkot Cirebon sebelumnya,” ucapnya.(C-13)