ANGGOTA Satreskrim Polres Indramayu menggelandang dua pelaku pengendar uang. Dari tangan pelaku, polisi penyita 4 juta lebih uang palsu yang tak sempat diedarkan, Rabu (26/9/2018). Udi/KC Online

INDRAMAYU, (KC Online).-

Dua orang pengedar uang palsu (upal) berhasil diringkus petugas Unit Reskrim Polsek Tukdana, Indramayu, Rabu (26/9/2018). Dari tangan pelaku diamankan uang palsu sebanyak 77 lembar pecahan Rp 50 ribu dan 2 lembar pecahan Rp 100.000,- atau sebanyak Rp 4.050.000.

Kedua pengedar upal itu adalah Sal (50 tahun) Warga Desa Sukadana, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, dan Tar (34 Tahun), penduduk Desa Lajer, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu. Untuk proses selanjutnya, keduanya kini dititipkan di tahanan Mapolres setempat.

Kapolres Indramayu Ajun Komisaris Besar Arif Fajarudin melalui Kasat Reskrim Ajun Komisaris M. Devi Firsawan membenarkan pengungkapan tersebut.

Dikatakannya, penangkapan itu berawal tersangka Sal yang melakukan pembelian rokok kretek dengan menggunakan pecahan 50.000 di sebuah toko di Desa Wanasari, Blok Cangkrung, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu.

Usai menerima kembalian uang asli langsung pergi menggunakan sepeda motornya. Hanya saja, pemilik toko baru menyadari jika uang yang semula digunakan tersebut uang palsu. Sehingga pemilik toko ini mengejar hingga keduanya bertemu.

Pemilik toko langsung menanyakan waktu membeli yang menggunakan uang palsu dan dibenarkan oleh Sal. Bahkan ditunjukan isi dompetnya yang masih tersisa 8 lembar uang pecahan Rp 50.000 yang diduga palsu pula.

Lakukan pendalaman

Karena dugaan uang palsu, akhirnya pemilik toko melaporkan peristiwa yang dialaminya kepada petugas Reskrim di Polsek Tukdana. Tak berapa lama setelah mendapatkan laporan, Polisi langsung mendatangi TKP melakukan pendalaman. Dari data dan keterangan, petugas pun berhasil mengungkap siapa pelaku pengedar uang palsu tersebut.

Di hadapan petugas Sal mengakui perbuatannya. Bahkan saat dilakukan penggeledahan ditemukan kembali 76 lembar uang palsu dengan pecahan Rp 50.000,- dan 2 lembar pecahan Rp 100.000,- ” Saat dilakukan pemeriksaan Sal mengakui kalau uang palsu miliknya sebanyak Rp 4.050.000,- dari rekannya berinisial Tar dengan cara membeli sebesar Rp. 900.000,-. Dan uang palsu pecahan 50 ribu tersebut kemudian digunakan untuk membeli rokok. Dan akhirnya Tar pun berhasil kita amankan, ” kata Devi.

Meski begitu, pihaknya masih menyelidiki dugaan kasus pengedaran uang palsu ini. Serta jajarannya masih terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengetahui asal uang yang dimiliki tersangka.

“Kita masih kembangkan kasusnya dengan meminta keterangan dari pelaku serta saksi-saksi lainnya. Namun jika terbukti kedua tersangka dengan perkara tindak pidana mengedarkan uang palsu jo pemalsuan mata uang dan uang kertas sebagaimana dimaksud pasal 36 UU RI No. 7 Th 2011 jo pasal 244 KUHPidana terancam hukuman diatas 5 tahun penjara, ” tegasnya. (Udi/KC Online)