Kantor Setda Kabupaten Cirebon/Dok KC Online.*

CIREBON, (KC Online).-

Guru yang termasuk ke dalam kategori dua atau K2 mengancam akan melakukan aksi mogok mengajar selama seminggu. Hal ini dilakukan setelah belum jelasnya perekrutan pegawai K2 dalam CPNS yang sedianya akan dibuka pada 19 Semptember mendatang.

Aksi mogok mengajar ini rencananya akan dilakukan secara serentak di beberapa daerah, termasuk di Kabupaten Cirebon. Dari jumlah guru sebanyak 6.667 guru di Kabupaten Cirebon, 600 guru di antaranya masuk ke dalam K2.

CPNS di Kabupaten Cirebon yang terdiri dari 475 formasi, 24 formasi di antaranya disediakan khusus bagi guru K2 tersebut, namun dari segi usia seluruhnya tidak memenuhi syarat, karena semua guru K2 sudah berusia di atas 35 tahun.

“Jadi rencananya kami mempertimbangkan berbagai hal, apakah akan melakukan aksi demonstrasi atau mogok mengajar. Kami pertimbangkan jika melakukan aksi demonstrasi khawatir akan ada anarkistis karena para guru terbawa emosi, kemudian kalau aksi demontstrasi juga kan butuh dana. Nah makanya guru memilih aksi mogok mengajar yang direncanakan selama seminggu,” kata Ketua PGRI Kabupaten Cirebon, Edi Suhaedin, Kamis (13/9/2018).

Menurutnya, aksi mogok mengajar ini tak lain untuk meminta perhatian Pemerintah Pusat terkait perekrutan CPNS khusus bagi guru K2.

“Apalagi ini tahun politik, bayangkan saja sejak Presiden Joko Widodo belum pernah sekalipun merekrut PNS kan? Dia dulu pernah berjanji akan melakukan perekrutan guru honorer atau K2 menjadi PNS sebelum masuk 2019, para guru sebetulnya menagih janji presiden,” katanya.

Edin menambahkan, peran guru K2 di sekolah tidak bisa dipandang remeh. Guru-guru K2 ini tersebar di SD, SMP, maupun SMA di Kabupaten Cirebon.

“Terbayang kan kalau guru mogok selama seminggu, mungkin belajar mengajar akan lumpuh,” ujarnya.

Menurutnya, untuk aksi mogok mengajar ini, PGRI Kabupaten Cirebon menunggu komando dari PGRI Jawa Barat serta Pengurus Besar PGRI Pusat.

“Menunggu komando, kalau misalnya iya harus dilakukan, maka guru-guru siap. Intinya guru di Kabupaten Cirebon siap melakukan itu,” tukasnya.

Senada, Ketua Forum Honorer Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kabupaten Cirebon, Soleh Abdul Gofur mengatakan, aksi mogok mengajar ini memang masih dimusyawarahkan.

“Kami memang kecewa perekrutan CPNS ini tidak melibatkan K2 ataupun honorer, kalaupun ada jalur untuk K2 seluruhnya tidak sesuai karena dari segi usia tidak memenuhi syarat,” ujar Soleh.

Soleh menyebutkan, seharusnya guru K2 atau honorer yang diperbolehkan ikut jalur khusus dalam perekrutan CPNS minimalnya berusia 40 tahun hingga 45 tahun. “Dari ratusan guru K2, tidak ada satu pun yang memenuhi syarat, bagaimana kami tidak kecewa?” ujarnya.

Seperti diketahui, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB telah menurunkan 475 formasi CPNS. Ke-475 formasi ini  ini antara lain untuk posisi guru sebanyak 345 formasi, tenaga kesehatan di RSUD Waled dan Arjawinangun sebanyak 89 formasi, tenaga teknis di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebanyak 14 formasi, Dinas Lingkungan Hidup Daerah, serta Dinas Kawasan Pemukiman, Perumahan dan Pertanahan.(C-11)