CIREBON, (KC Online).-

Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir (HMJ-IQTAF) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, berkomitmen untuk terus mempupuk para mahasiswa di dalamnya memiliki akhlak qurani, yakni mengimplementasikan isi kandungan Al-Quran terhadap kehidupan sehari-hari.

Bahkan belum lama ini, HMJ-IQTAF IAIN Syekh Nurjati Cirebon pun melakukan kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru (OMB) di Pondok Pesantren (PP) Darul Mukhlisin Kecamatan Cisantana, Kabupaten Kuningan yang bertema “Membentuk Generasi Milenial yang Berakhlak Qurani”, selama tiga hari (7-9/9/2018).

Ketua Pelaksana OMB HMJ-IQTAF IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Hafid menyampaikan, mahasiswa jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir setiap langkahnya akan dilihat oleh masyarakat sebagai pemuda yang berakhlak qurani. Karenanya sangatlah penting untuk mengenalkan budaya qurani kepada mahasiswa baru melalui serangkaian kegiatan yang digelarnya.

“Kegiatan ini merupakan agenda rutinan setiap tahun, tujuannya tak lain untuk pembentukan karakter berbasis Quran kepada mahasiswa baru,” kata Hafid kepada KC Online, Rabu (12/9/2018).

Ia menjelaskan, pada kegiatan tersebut juga diisi dengan materi seputar peluang beasiswa, baik itu beasiswa Tahfid, Prestasi akademik dan lain sebagainya oleh H Muhammad Maimun selaku sekretaris jurusan. Juga dimeriahkan dengan outbond dan pementasan seni dari masing-masing mahasiswa baru.

“Acara diakhiri dengan pengumuman peserta terbaik, kreasi seni terbaik, yang ditutup oleh Ketua HMJ dan saya sendiri,” kata Hafid.

Ketua Jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Hj. Umayah menyampaikan, HMJ-IQTAF merupakan wadah bagi mahasiswa di jurusannya yang siap untuk membimbing generasi-generasi muda supaya cinta pada Al-Quran dengan mengimplementasikan isi kandungannya terhadap kehidupan sehari-hari.

Sebab kata dia, sebagai manusia sudah seharusnya untuk senantiasa menjaga perilaku. Karena secara tidak langsung manusia telah diamanati untuk mengemban akhlak qurani. Adapun beberapa peluang ketika mahasiswa kelak menjadi alumni, salah satunya, kata dia, yakni menjadi mufassir pemula.

“Yang diharapkan mampu memiliki kepribadian baik, berpengetahuan luas dan mutakhir, serta mampu mengkaji, menerjemahkan, dan menyajikan kandungan Al-Quran berikut tafsirnya dalam pengembangan agama Islam yang moderat dan toleran dalam masyarakat multi agama berdasarkan etika keislaman, keilmuan dan keahlian,” kata Umayah.

Di samping itu, lanjutnya, lulusan jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir bisa menjadi guru mata pelajaran Al-Quran dan Hadis di madrasah, dari mulai tingkat madrasah ibtidaiyah (MI) hingga madrasah aliyah (MA).

Dekan Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah pada IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Hajam menyampakan, sebagai mahasiswa baru tentunya harus terus mengejar cita-cita yang diimpikan. Ia juga berharap agar mahasiswa baru bisa menempatkan iman dalam setiap permasalahan yang dihadapi, agar kelak ke depannya mampu bersabar dan tabah menghadapi serangkaian kegiatan perkuliahan.

“Dan yang paling penting, mahasiswa jurusan ini harus malu ketika berbuat dosa. Kegiatan HMJ yang telah digelar sangat bermanfaat, karena akan menghasilkan pemahaman, pemahaman ini akan menumbuhkan kerja sama, kemudian kerja sama akan memupuk rasa saling asuh,” kata Hajam. (Ismail)