BUDI Santosa salah satu penasihat KPK sesaat setelah mengisi materi di acara Diskusi Musikal Anti-Korupsi di Unswagati Cirebon, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Senin, (10/9/2018).* Dhika/Job/KC Onine

CIREBON, (KC Online).-

Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Santoso menyebutkan, mahasiswa adalah agen perubahan untuk Indonesia yang lebih baik kedepannya. Pesan itu disampaikan di Auditorium Unswagati Kampus I, Jl. Pemuda No. 32, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Senin, (10/9/2018).

“Mahasiswa ini masih murni, belum terhasut iming-iming rupiah yang dapat merugikan negara. Oleh karena itu, saya menaruh harapan lebih terutama ke mahasiswa-mahasiswa yang ada di Cirebon untuk memainkan peran agen perubahan ini secara optimal. Sehingga, suatu saat nanti akan muncul tokoh-tokoh anti korupsi yang mampu memberantas para koruptor hingga ke akar-akarnya,” ungkapnya.

Namun demikian, Budi juga menyayangkan saat ini mahasiswa hanya terfokus mengejar IPK dan tugas-tugas kuliah saja. Padahal, kepedulian mereka terhadap masalah-masalah di luar kampus sangatlah dibutuhkan.

“Itu memang tidak salah, tapi di sisi lain, mahasiswa juga harus memiliki nilai sosial yang tinggi, memiliki kepedulian lebih terhadap masalah-masalah yang tengah dihadapi negeri ini,” bebernya.

Sementara itu, lanjut Budi, mahasiswa harus bergerak secara kelompok atau komunitas dalam menyuarakan pendapat-pendapatnya guna meminimalisasi pandangan sebelah mata dari masyarakat umum.

“Ibarat sapu lidi. Jika Anda hanya sendirian, tentunya akan mudah dipatahkan, lain halnya jika membangun jaringan atau komunitas, Anda tidak mudah untuk dipatahkan, bahkan mampu untuk membersihkan sesuatu,” tambahnya.

Budi menjelaskan, situasi yang kini dihadapi oleh Indonesia sangat tidak menguntungkan, karena korupsi masih terus bergentayangan, koruptor masih bebas berkeliaran di sekeliling kita.

“Mahasiswa jangan berpandangan seperti kaca mata kuda yang hanya bisa melihat ke depan. Mahasiswa harus peka terhadap sekelilingnya, di kanannya ada masalah apa, di kirinya ada konflik apa, di belakangannya ada isu apa,” tambahnya.

Berdasarkan fakta-fakta yang sudah terjadi, kasus tindak korupsi tersebut sudah menyebar secara sempurna. Tidak hanya di ibu kota, di daerah-daerah pun banyak terjadi kasus serupa. Di semua lini dan di semua sektor, baik itu pejabat negara maupun swasta.
Ibarat sebuah kejahatan, sudah terorganisasi sempurna. “Tentunya kejahatan tersebut harus kita lawan dengan soliditas, network atau jaringan yang kuat, serta mental sekuat baja,” tambahnya. (Dhika/Job/KC)