LIMBAH medis di gudang TPS RSUD Majalengka menumpuk hingga meluber ke luar gudang akibat tidak terangkut armada yang sudah melakukan kerjasama untuk dimusnahkan di PT Wastek, Setiap harinya produksi limbah medis dari RSUD Majalengka mencapai 1 ton, Sabtu (15/9/2018). Tati/KC Online

MAJALENGKA, (KC Online).-

Limbah medis di RSUD Majalengka terus bertambah setiap harinya sementara pihak perusahaan pengangkut limbah yang sudah melakukan kerja sama belum juga datang untuk mengangkut limbah yang sudah meluber ke luar gudang.

Terakhir ada armada yang mengangkut limbah datang ke gudang TPS pada Selasa (11/9/2018) pekan lalu, sedianya limbah medis akan diangkut kembali keesokan harinya namun ternyata batal dengan alasan limbah yang sudah diangkut masih mengantre untuk dimasukkan ke pabrik pemusnah limbah.

Demikian juga hari berikutnya berjanji akan diangkut namun nyatanya batal dengan alasan yang sama.

Petugas Instalasi di RSUD Majalengka Udin Wahyudin mengungkapkan, pihaknya setiap saat terus berupaya menghubungi pihak perusahaan pengangkut limbah atau transporter namun jawabanya selalu sama bahwa pabrik pemusnah limbah kewalahan melakukan pemusnahan terkait limbah dari setiap Rumah Sakit di semua wilayah di Indonesia telah over kapasitas.

“Saya tiap hari berupaya menghubungi pihak transporter, kemarin janji Sabtu (15/9/2018) akan diangkut namun nyatanya batal. Sekarang janji Senin (17/9/2018) akan datang dan mudah-mudahan benar bisa datang,” kata Udin.

Limbah tersebut kini diperkirakan sudah lebih dari 3 tonan, karena setiap hari terus bertambah setidaknya 1 kw per hari yang diproduksi dari Instalasi Gawat Darurat dan Ruang Operasi ditambah limbah dari ruang perawatan.

Akibatnya di luar gudang semakin menumpuk sulitu ntuk dirapihkan. “Produksi limbah B3 terbesar dari ruang OK dan IGD,” kata Udin.

Yang dikhawatirkan

Persoalan seperti ini, menurut dia, tidak hanya dialami RSUD Majalengka namun dialami pula oleh rumah sakit di indonesia. Karena berdasarkan hasil komunikasi dengan rumah sakit lain serta perusahaan transporter jawabannya selalu sama, limbah overload.

“Malah informasi terakhir dari Kalimantan juga pemusnahannya di PT Wastek, Banten, armada yang biasa mengangkut ke Majalengka pun kini mengambil ke Medan,” kata Udin.

Yang dikhawatirkan menurut warga di sekitar rumah sakit, Dadang, adalah bau yang ditimbulkan dari limbah tersebut mengganggu warga yang rumahnya berada di sekiitar rumah sakit.

Karena jika limbah terus menumpuk tak dibuang akan menimbulkan bau yang semakin menyengat dengan jarak yang semakin jauh.

Lebih parah lagi jika hujan turun cairan dari bungkusan plastik meleleh ke luar dan limbahnya mengalir terbawa arus air hujan. Untuk itu, diharapkan limbah bisa segera terangkut sebelum musim penghujan turun.

“Walaupun dikemas dengan plastik, jika plastiknya robek tetap limbah akan keluar juga. Dengan dibungkus saja baunya menyengat apalagi jika terbukan akibat plastiknya robek atau pengikatnya terbuka,” kata Dadang.

Seperti diberitakan sebelumnya limbah medis di RSUD Majalengka menumpuk hingga meluber di luar gudang akibat tidak terangkut oleh armada dan pemusnah limbah uang sudah melakukan kerja sama dengan pihak rumah sakit.

Jumlahnya setiap hari terus bertambah kini diperkirakan lebih dari 3 tonan. Belum ada upaya yang jitu untuk mengatasi persoalan limbah medis tersebut walaupun pemerintah terus berupaya merumuskannya, karena pemusnah limbah B3 di Indonesia yang masih sangat terbatas, sementara pemusnahan tdiak bisa dilakukan sembarangan. (Tati/KC Online)