WAKA Polres Cirebon, Komisaris Djarot didampingi Kasat Narkoba, Ajun Komisaris Joni memperlihatkan barang bukti 4 Kilogram ganja kering milik AA, warga Salatiga Jawa Tengah, dalam press realease di Mapolres setempat, Selasa (4/9/2018).* Iwan/KC Online

CIREBON, (KC Online).-

Empat kilogram ganja kering yang akan dikirim melalui jasa ekspedisi berhasil diungkap oleh Polres Cirebon. Ganja kering yang dimasukkan ke dalam dus segi empat ini ditaburi kopi sehingga tercium wangi kopi. Kedua pelaku yang ditangkap, A (25 tahun) dan AA (33 tahun) menganggap dengan cara ini polisi tidak akan mendeteksi keberadaan ganja tersebut.

Kasus ini bermula dari pengungkapan Polres Metro Jambi terkait ganja tersebut atas tersangka A yang ditangkap sekitar pertengahan Agustus di Jambi. Kemudian Polres Cirebon membentuk tim gabungan untuk pengembangan jaringan ini.

Setelah beberapa hari melakukan penyelidikan di beberapa perusahaan ekspedisi, pada Senin (27/8/2018) Polres Cirebon mendapat laporan bahwa ada barang mencurigakan di sebuah jasa ekspedisi yang ditujukan kepada alamat A yang berada di Desa Losari Kidul.

“Di JNE barang sempat diperiksa dan ternyata itu adalah ganja kering seberat 2 kg,” ujar Wakapolres Cirebon Komisaris¬† Jarot Sungkowo di Mapolres Cirebon, Selasa (4/9/2018).

Tersangka AA yang menjual barang haram ini ke A berjualan secara online melalui Facebook dan selalu mengirim paket tersebut seolah-olah adalah kopi karena di dalam kemasannya ditaburi kopi sehingga aromanya menyerupai aroma kopi. Pelaku juga sudah berjualan ganja tersebut sekitar setengah tahun.

Setelah berhasil mengamankan 2 kg ganja di Cirebon, Polres Cirebon mengembangkan penangkapan kedua di Salatiga, Jawa Tengah, melalui control delivery dan didapatkan pengirim barang berinisial AA dengan berat ganja 2 kg dan menangkap tersangka AA.

“TKP pertama 2 kg kemudian di TKP kedua dan ketiga 2 kg sehingga total 4 kg ganja,” tambah Kasat Narkoba Polres Cirebon, Ajun Komisaris Jhony.

Menurut Jhony, barang tersebut diduga berasal dari Jambi dan dari orang yang sama, tersangka merupakan jaringan lintas provinsi meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jambi. Ganja kering itu juga disebarluaskan di Cirebon.

“Jika kita kumulatif dengan 1 gram ganja digunakan oleh 5 orang, maka 4 ribu gram dikalikan 5 jadi kurang lebih sekitar 20 ribu korban jiwa manusia yang akan terdampak akibat penyalahgunaan ganja ini,” kata Jhoni.

Atas pengungkapan kasus tersebut, Polres Cirebon berhasil menyelamatkan korban bahaya narkotika ganja sebanyak 20 ribu orang.

Tersangka dikenakan hukuman sesuai UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan pidana paling singkat empat tahun penjara.

Saat ini, barang bukti berupa ganja kering tersebut sudah diamankan di Mapolres Cirebon.(C-11)