CIREBON, (KC Online).-

Wacana normalisasi waduk Setupatok, di Desa Setupatok, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, tinggal menunggu hasil survei yang akan dilakukan tenaga ahli dari BBWS Cimanuk Cisanggarung, Selasa (11/9/2018).

Hal tersebut disampaikan langsung Anggota Komisi DPR RI, Yoseph Umar Hadi  bersama Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Happy Mulya, saat melakukan cek lokasi di Waduk Setupatok.

“Alhamdulillah kemarin, kami dapat informasi pemerintah sudah on the track atau on program jadi sudah sejalan dengan keinginan saya, pak kepala desa serta keinginan masyarakat disini untuk kita hidupkan kembali waduk ini,” terang Yoseph.

Dilanjut Yoseph, proses survei nanti akan dilakukan dari BBWS yang waktunya diperkirakan dua tahun.

“Kita perlukan waktu dua tahun untuk meneliti saja, tetapi intinya kita harus serius betul untuk mengembalikan tampungan air ke 14 juta ini. Kita harus yakin betul berapa anggarannya dan berapa meter kubik yang harus dikeruk dan belum lagi tanahnya jika sudah dikeruk mau dibuang dimana,” bebernya.

Yoseph berpesan, kepada kepala desa agar menyarankan kepada masyarakatnya bahwa revitalisasi waduk ini sudah on the track dan on program tinggal nanti tunggu hasil survei itu seperti apa.

“2019 selesai hasil survei, 2020 bisa kita anggarkan, mudah-mudahan saya bisa dipercaya kembali, tetapi nanti saya akan kawal proses surveinya terlebih dahulu di direktorat OP, surveinya sudah selesai dimana. mudah-mudahan awal tahun depan bisa selesai,” bebernya.

Ditempat yang sama, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Happy Mulya menjelaskan, jika diproses survei nanti pihaknya akan mengandeng Kementerian Kehutanan dan Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam pelaksanaannya.

“Mungkin kita perlu kolaborasi dengan kementerian kehutanan, pemkab cirebon untuk pendanaannya. jadi nanti teknisnya, kehutanan dengan pemkab mungkin nanti punya data reboisasi dengan vegetatif, sedangkan dari kami dengan bangunan bangunan sipil,” terangnya.

Terkait adanya survei sebelum normalisasi, Happy mengatakan, pihaknya akan segera melakukan normalisasi pada tahun ini yang bersumber dana dari DOIS PHLN.

“Dari dana itu ada survei untuk kondisi waduk, lalu kita juga tahun depan ada rencana untuk survei besar besaran karena ini waduk lama, terutama untuk keamanan waduknya sendiri dan paling utama pendangkalan di waduk ini,”ujarnya.

Sekadar informasi, waduk Setupatok yang di bangun dari tahun 1921-1927 tersebut belum tersentuh normalisasi, waduk yang hampir berusia 90 tahun tersebut kondisinya sekarang tampungan matinya 14 juta sekarang sudah jauh berkurang sekitar 4 juta. jadi tinggal efektif 10 juta meter kubik tampungan air.  peningkatan sedimentasi dari beberapa sungai yang ada daerah ini, harus diatur kembali terutama sedimentasi yang masuk di setupatok ini.(Ali/KC)