PARA joki pacuan kuda tradisional saling berusaha keras memacu kuda yang ditungganginya untuk merebut juara. Erix/KC Online

KUNINGAN, (KC Online).-

Lomba pacuan kuda tradisional yang diselenggarakan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) dan Persatuan Dokar (Perdokar) Kabupaten Kuningan di Lapang Pacuan Kuda, Jl. Ir. Soekarno, Kuningan, Minggu (16/9/2018), selain ajang kompetisi dan hiburan bagi masyarakat, juga diharapkan menjadi daya tarik wisata andalan daerah.

Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan, H. Dadang Supardan mengungkapkan, even yang diselenggarakan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-520 Kuningan yang dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan jalan sehat ceria yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ini, berbeda dengan pacuan kuda profesional yang menggunakan kuda terlatih secara khusus, pada lomba ini peserta menunggangi kuda yang biasa digunakan sebagai alat transportasi (delman).

Namun tak kalah serunya, pacuan kuda tradisional ini mengundang animo tinggi masyarakat untuk datang menyaksikan. Karena itu dengan kuda yang sudah menjadi ikon kebanggaan Kabupaten Kuningan, dari even ini selain harus ditingkatkan prestasinya juga dapat melestarikan khazanah budaya daerah.

“Dengan seringnya digelar even ini, diharapkan bisa melahirkan atlet profesional. Karena kuda merupakan lambang Kabupaten Kuningan. Seperti ungkapan pepatah leluhur Kuningan, “leutik-leutik kuda Kuningan (kecil-kecil kuda Kuningan), biarpun hanya dikatakan kota yang kecil tapi kita harus buktikan bahwa Kuningan bisa punya taji yang menjadikan prestasi luar biasa”, tuturnya.

Menurutnya, kuda telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kabupaten Kuningan, melalui delman yang menjadi angkutan khas atau sarana hiburan masyarakat. Meski
keberadaan kuda Kuningan sudah mulai langka, tetapi tidak menghilangkan kekhasan Kuningan sebagai Kota Kuda.

“Saya sangat menyambut baik kegiatan tahunan ini sebagai daya tarik wisata. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat melestarikan tradisi dan ciri khas Kuningan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kabupaten Kuningan, H. Ade Petruk, mengapresiasi lomba pacuan kuda tradisional dan kepada para kusir angkutan delman yang telah mengikuti even tersebut.

Pada kesempatan itu, Ade yang memperkenalkan atlet-atletnya yang akan berlaga pada Pekan Olah Raga Daerah (Porda) XIII/2018 Jawa Barat di Kabupaten Bogor, menyatakan kesiapannya untuk mendulang perolehan medali sebanyak-banyaknya pada even tersebut. Sekaligus untuk mewujudkan target Kabupaten Kuningan mencapai peringkat 10 besar Jawa Barat.

Ketua Perdokar, Toto, menyebutkan, lomba pacuan kuda tradisional digelar dalam beberapa kategori. Yakni kelas A-B dengan jarak tempuh 480 meter dan C-F berjarak 240 meter.
“Kategori 480 meter itu sama dengan 4 putaran arena pacu, dan untuk kategori 240 dilaksanakan sebanyak 2 putaran. Pesertanya para kusir delman se-Kabupaten Kuningan,” katanya.(Agus/Erix KC Online)