UNIT Manager Communication and CSR RU VI Balongan, Rustam Aji memberikan pemaparan dihadapan para peserta seminar nasional di aula Kampus Unwir Indramayu, Rabu (5/9/2018). Ratno/KC Online

INDRAMAYU, (KC Online).-

Pertamina RU VI Balongan, Rabu (5/9/2018) menjadi salah satu narasumber dalam Seminar Nasional “Mangrove untuk Kehidupan” yang dilaksanakan di Universitas Wiralodra Kab. Indramayu.

Seminar nasional tersebut, selain dihadiri para dosen, mahasiswa, pelajar, para aktivitas lingkungan hidup juga mitra binaan program CSR Pertamina RU VI Balongan dengan narasumber dari kelompok Pantai Lestari, Eka Tarika dan dari kelompok Jaka Kencana, Abdul Latief dari Kelompok Jaka Kencana.

Dalam presentasinya, Unit Manager Communication and CSR RU VI, Rustam Aji, menyampaikan, dalam Program CSR Ekowisata Mangrove Berbasis Edupark Terintegrasi yang dilaksanakan RU VI Balongan di Indramayu, telah dilakukan beberapa kegiatan.

Di antaranya, berupa konservasi mangrove, pendampingan dan pemberdayaan kelompok masyarakat, pengembangan sarana dan prasana, serta melakukan penelitian dan studi inovasi. Kegiatan tersebut, dilaksanakan bersama kelompok masyarakat seperti Pantai Lestari dan Jaka Kencana juga dengan dinas-dinas terkait di Pemerintah Daerah Indramayu.

Agar dapat berkelanjutan, penyusunan strategi program mengacu ke konsep 3P: People (Keberlanjutan Sosial), Profit (Keberlanjutan Ekonomi), dan Planet (Kebelanjutan Lingkungan). Konsep tersebut, sejalan juga dengan 17 tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang telah ditentukan oleh PBB sebagai agenda dunia pembangunan.

“Latar belakang kenapa Pertamina RU VI Balongan melaksanakan program tersebut, antara lain karena tingginya laju abrasi dan deforestasi hutan mangrove di Indramayu juga belum tersedianya wahana pembelajaran lingkungan hidup bagi masyarakat. Namun Pertamina juga melihat potensi adanya kelompok peduli lingkungan dan potensi mangrove bisa dikembangkan sebagai pusat konservasi dan pendidikan sekaligus dimanfaatkan menjadi berbagai olahan,” paparnya.

Kata dia, tak hanya di bidang lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, di bidang pendidikan, Pertamina RU VI Balongan menginisiasi terwujudnya sekolah berwawasan lingkungan tematik mangrove.

Dengan hadirnya sekolah tersebut, diharapkan dapat menjadi sarana pendidikan bagi masyarakat khususnya generasi penerus bangsa ini dan mengenai manfaat mangrove. Pada 2017, Pertamina bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu mendorong pelaksanaan pendidikan lingkungan hidup (PLH) tematik mangrove di 11 sekolah dasar (SD) di tiga kecamatan di Kabupaten Indramayu.

Pada tahun 2018 ini, jumlah sekolah yang menerapkan PLH tematik mangrove makin meningkat dan tersebar disebagian besar wilayah Indramayu. Mengingat Indramayu merupakan kabupaten dengan garis pantai yang cukup panjang, PLH tematik mangrove mestinya akan menjadi kebanggaan dan ciri khas masyarakat Kabupaten Indramayu. Program itu pun diharapkan mampu menjadi tongkat estafet penjaga lingkungan pantai Indramayu.

“Hal itu, sebagai salah satu bukti bahwa Pertamina RU VI Balongan berkomitmen lebih untuk memperluas implikasi dengan mempunyai dalam ikut mendorong pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Indramayu. Hal tersebut tidak hanya melalui operasional bisnisnya, namun juga melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR),” terangnya.(Ratno/KC Online)