Illustrasi

INDRAMAYU, (KC Online).-

Produksi buah mangga di Kabupaten Indramayu mengalami penurunan.A kibatnya, harga jual buah mangga di pasaran melambung tinggi.

Kondisi ini dikeluhkan oleh pedagang buah mangga di Kabupaten Indramayu. Kunadi (45) pedagang buah mangga di Kecamatan Jatibarang mengatakan, harga jual mangga saat ini cukup tinggi. Mangga gedong gincu misalnya berkisar antara Rp 25-30 ribu per kilogram. Hal yang sama juga terjadi pada jenis buah mangga cengkir dengan harga Rp 16-20 ribu per kilogram.

Kunadi mengakui, jika produkis buah mangga tidak mengalami penurunan, biasanya pada bulan september-oktober merupakan puncak masa panen buah mangga.Namun, karena produksi buah mangga mengalami penurunan, maka harga mangga masih tinggi.

“Seharusnya saat bulan September-Oktober, harga mangga gedong gincu turun menjadi Rp 11-15 ribu per kilogram, tapi saat ini harganya masih tinggi saja,” katanya, Selasa(11/9/2018).

Hal yang sama pula dikatakan pedagang buah mangga lainnya, Mundari (39). Ibu beranak dua itu mengaku produksi mangga diprediksi mengalami penurunan hingga 50 persen. Hal itu yang menyebabkan pedagang buah kesulitan untuk mendapatkan stok yang memadai.

“Stok buah mangga juga terbatas, akibatnya harga juga masih mahal sekali,” kata dia.

Menyikapi menurunnya produksi buah mangga, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu meminta kepada petani untuk terus mengembangkan pohon mangga yang mampu berbuah di luar musim.

Budidaya mangga hasil rekayasa untuk berbuah di luar musim, cocok dan potensial dikembangkan di daerah Pantura Kabupaten Indramayu karena curah hujan lebih rendah yang mendukung hasil panen mangga tersebut.

Sumber di Kelembangaan dan Pengembangan Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Indramayu sedang berusaha membudidaya mangga hasil rekayasa berbuah di luar musim yang sangat menguntungkan harus dikembangkan petani Pantura.

Harga mangga di luar musim lebih tinggi dibandingkan saat panen raya meski kualitasnya rendah namun tetap diminati konsumen. “Ini kesempatan bagi petani mangga Indramayu untuk terus kreatif,” kata salah seorang pengusaha mangga.

Pengusaha mangga di kabupaten Indramayu kesulitan untuk melakukan pemasaran produksi mangga ke sejumlah daerah.

Pengusaha mangga lokal contohnya, hanya mampu memasarkan produksi mangga untuk kebutuhan di tingkat lokal. Minimnya mata rantai pemasaran, membuat pasokan mangga hanya untuk kebutuhan di kabupaten Indramayu.

“Hingga saat ini Pengusaha lokal masih kesulitan untuk menggandeng investor untuk pengembangan pemasaran mangga,” ungkap Masnata, pengusaha mangga dari Kecamatan Patrol Indramayu.(Odok/KC Online)