Handarujati

CIREBON, (KC Online).-

Sidang sengketa Pilkada Kota Cirebon akan memasuki babak akhir. Pada Rabu (13/9/2018) ini, sidang sengketa Pilkada Kota Cirebon di Mahkamah Konstitusi (MK) akan memutuskan gugatan yang dilayangkan oleh pasangan nomor urut 1, Bamunas Setiawan Boediman-Effendi Edo (OKE).

Ketua Tim Kampanye Gabungan (Timkamgab) pasangan nomor urut 2, Nashrudin Azis-Hj. Eti Herawati (PASTI), M Handarujati Kalamullah mengatakan, sebagai pihak terkait pihaknya berharap dan meyakini putusan MK adalah yang adil dan terbaik.

“Alhamdulillah MK akan melaksanakan sidang lanjutan sengketa Pilkada Kota Cirebon hari Rabu ini dengan agenda pembacaan putusan. Kita berharap dan meyakini keputusan ini adil,” kata pria yang akrab disapa Andru ini.

Sebagaimana diketahui bersama, pada sidang lanjutan ketiga tanggal (29/8/2018), MK sudah melakukan uji petik terhadap beberapa tempat pemungutan suara (TPS) dari 73 TPS yang digugat pihak pemohon. Hasilnya tidak ditemukan perubahan perolehan suara.

“Maka dari itu, kalau kami boleh berharap, gugatan pemohon bisa ditolak oleh MK. Karena berdasarkan hasil uji petik ternyata tidak ada hasil yang berubah,” katanya.

Menurut Andru, berdasarkan peraturan perundang-undangan, MK merupakan lembaga yang berwenang untuk menangani persoalan selisih hasil pilkada.

“Sedangkan persoalan lain dalam pilkada ada lembaga lain yang berwenang menangani, semisal persoalan etik ada di DKPP, money politic di pengadilan dan lain sebagainya,” ujarnya.

Meskipun demikian, pihaknya akan mematuhi dan menghormati sepenuhnya putusan yang akan diputuskan oleh MK nanti. Selain itu, pihaknya juga berharap agar semua pihak dapat bersikap sama, menerima dengan lapang hati apa pun yang diputuskan oleh MK.

“Kami akan mematuhi apa pun putusan dari MK, saya harap semua pihak juga demikian. Yang terpenting, kita bersama-sama menjaga kondusivitas Kota Cirebon demi keberlangsungan pemerintahan yang stabil sebagaimana harapan bersama,” tutupnya.

Taati keputusan

Sementara itu, Ketua Timkam Paslon OKE, Edi Suripno mengungkapkan, pihaknya akan patuh dan menaati apa pun keputusan akhir dalam sengketa tersebut di MK.  Pihaknya berharap dikabulkannya keputusan dari sejumlah tuntutan yang diajukan dalam persidangan.

Oleh karenanya,  jika permohonan dikabulkan MK, maka sejumlah proses pun akan ditempuh. Pihaknya sudah mempersiapkan segala sesuatunya apabila keputusan MK sesuai dengan apa yang diharapkan dan sesuai apa yang digugat, yakni Pemungutan Suara Ulang (PSU).

“Keputusan MK itu sifatnya final dan mengikat. Apa pun keputusannya kita terima, saya selaku ketua tim, sudah mempersiapkan semua. Kami menyugesti akan menang karena dikabulkan,” ungkap Edi.

Edi menyebutkan, bukti kesiapan jika permohonan dikabulkan yakni dengan menggerakkan seluruh elemen yang terlibat dalam tim pemenangan. Baik itu partai koalisi dan sejumlah elemen sayap partai yang menjadi pendukung dan pengusung pasangan OKE.

“Kuasa hukum dan saksi-saksi siap dengan keputusan MK. Kami tentu optimistis jika gugatan yang diajukan akan dikabulkan, minimalnya PSU,” ujarnya.

Selaku  Ketua DPRD Kota Cirebon, Edi menanggapi keputusan MK sebagai keputusan hukum yang sifatnya hirarki. Artinya, sebagai salah satu unsur penyelenggara pemerintahan di DPRD, pihaknya  akan patuh dan turut serta melaksanakan apa pun keputusan MK.

“Di sisi penyelenggara pemerintahan, tentu kami akan koordinasi dengan elemen dan lembaga vertikal lainnya guna mensukseskan pemilu. Jadi sekali lagi kami tegaskan, apa pun akan dilakukan demi menghasilkan pemimpin di Kota Cirebon yang sesuai aturan dan mekanisme,” tambah dia.(C-13/Iskandar/KC)