ANTUSIASME anak-anak kelas 1-6 SD Negeri Kebon Melati 1 Kota Cirebon saat kegiatan Readaton, Sabtu (8/9/2018).* Dhika/Job/KC Online

CIREBON, (KC Online).-

Berbagai upaya guna menumbuhkan minat membaca di kalangan anak-anak, kini marak digelar. Salah satunya SD Negeri Kebon Melati I Kota Cirebon yang rutin menggelar kegiatan readaton di setiap bulannya. Kegiatan tersebut merupakan membaca cepat dan serentak yang diikuti oleh seluruh murid.

Berdasarkan pantauan KC, murid kelas 1-6 fokus terhadap buku bacaannya masing-masing. Buku-buku yang mereka baca pun beragam, mulai dari cerita dongeng, cerpen, fabel, dan lain sebagainya.

Ketua Tim Literasi Sekolah, Andi Rahman mengatakan, bertepatan di hari literasi internasional ini, selain murid SD, warga sekolah, termasuk orang tua murid dan petugas parkir ikut dalam kegitan literasi sekolah tersebut.

“Jika warga sekolah ikut membaca, anak-anak justru malah semakin bersemangat, lain halnya jika mereka melihat ada yang hanya berdiam diri saja, tidak ikut membaca. Mereka akan cepat bosan dan tidak betah lama-lama membaca,” ungkapnya kepada KC saat ditemui di ruang guru SDN Melati 1 Kota Cirebon, Sabtu, (8/9/2018).

Menumbuhkan minat membaca pada setiap diri anak-anak sangatlah penting, secara tidak langsung seiring dengan banyaknya buku yang mereka baca. Karakter kepribadian mereka pun akan terbentuk menjadi lebih kritis dan bijak dalam menyikapi sesuatu.

Ketua Tim Literasi Sekolah sekaligus anggota Cirebon Leaders Reading Chalange (CLRC) ini pun mengaku, SD Negeri Melati 1 menjadi salah satu dari 13 SD lainnya yang ditunjuk sebagai pionir dalam tantangan membaca di kelas rendah, yakni kelas 1 sampai 3 oleh pemerintah Kota Cirebon.

Selain itu, lanjut Andi, pihaknya membuat metode membaca nyaring, membaca terpandu, membaca bersama-sama, dan membaca mandiri sebagai upaya mengantisipasi anak-anak kelas 1 dan 2 yang masih kesulitan membaca.

“Kami punya mimpi, selain menumbuhkan minat baca anak,juga ingin menjadikan mereka insan yang interact. Di mana, mereka akan melakukan klarifikasi terlebih dahulu sebelum menelan bulat-bulat informasi yang diterimanya, hal tersebut dilakukan guna menekan penyebaran berita hoax yang kerap kali meresahkan,” bebernya.

Sementara itu, Kepsek SD Negeri Melati 1, Muhammad Ahid mengatakan, program readaton ini merupakan program yang diusung oleh pemerintah. Di akhir tahun ajaran, murid yang mampu membaca dengan jumlah buku terbanyak akan mendapat penghargaan sebagai bentuk apresiasi.

“Mereka akan bersaing dengan murid-murid dari SD lainnya se-Kota Cirebon, siapa yang mampu membaca paling banyak buku akan mendapat penghargaan. Terlebih dengan adanya program ini tentu menjadi pemantik semangat bagi anak-anak untuk terus membaca,” pungkasnya. (Dhika/Job/KC)