BUPATI Kuningan, H. Acep Purnama, menabuh snare drum sebagai simbol dibukanya Lomba Drum Band memperingati Tahun Baru Islam 1440 Hijriyah, di halaman Gedung Setda Kabupaten Kuningan, Selasa (28/8/2018). Erix/KC Online

KUNINGAN, (KC Online).-

Pelaksanaan upacara adat “Seren Taun” diharapkan bisa lebih meriah dengan hiburan di setiap desa sesuai adat istiadat masyarakat setempat.

Rencananya agar setiap desa bisa memeriahkan bulan Rayagung, pemangku adat akan berkoordinasi dengan lembaga legislatif dan eksekutif.

“Saya ingin tahun depan pagelaran Seren Taun bisa lebih meriah lagi. Diharapkan semua desa dapat menyelenggarakannya dengan kegiatan hiburan. Apalagi sejak dulu di tiap desa selalu ada babarit atau sedekah bumi. Jika itu dipusatkan di bulan Agustus atau Rayagung dalam perayaan keagungan Sang Maha Pencipta tentu akan menjadi even wisata tahunan,” kata Ketua Adat Masyarakat Sunda, Gumirat Barna Alam.

Menurutnya, Kabupaten Kuningan yang dekat dengan akses Tol Cipali dan Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) akan membuat even wisata tahunan ini mengundang para wisatawan berkunjung untuk mengetahui keanekaragaman budaya yang ada.

“Kami akan berkomunikasi dengan legislatif dan eksekutif untuk mewujudkan keinginan itu. Kepanitiaan Seren Taun juga sudah berkomunikasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengetahui kegiatan seren taun seperti apa dan kenapa pelaksanaannya di bulan Rayagung. Saya pun sudah menjelaskan hal itu,” katanya.

Hampir rampung

Sampai saat ini, lanjut Gumirat, persiapan menjelang puncak Seren Taun sudah mencapai 85 persen, yang dipusatkan di lingkungan masyarakat. Sehingga antar blok masing-masing mempersiapkan aneka makanan, hiasan dan kerajinan tangan lain yang berbeda.

“Pada 2 September 2018 pukul 14.00 WIB semua itu akan diarak dalam kegiatan karnaval ke kawasan kota Kuningan. Dalam kegiatan kali ini ada hal baru, yakni partisipasi masyarakat. Tak hanya itu kami juga menerima tamu yang ingin menyaksikan Seren Taun dengan menginap di homestay rumah warga bertarif Rp 100.000 per malam,” tuturnya. (Erix/KC Online)