KETUA Dekan Fakultas Teknik Kelautan dan Perikanan UNU Cirebon, Asep Kostajaya (ke enam dari kanan) foto bersama peserta seminar dan sosialisasi ilmu kelautan Sabtu, (8/9/2018).* Egi/KC Online

CIREBON, (KC Online).-

Ilmu kelautan dan perikanan berpotensi besar untuk dikembangkan. Indonesia sebagai poros maritim tentunya mendorong ilmu ini menjadi ilmu yang sangat dibutuhkan untuk kedepannya.

Hal itu tertuang dalam seminar dan sosialisasi yang digelar Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Cirebon kepada para pelajar di wilayah III Cirebon, Sabtu (9/9/2018).

Pantauan KC di lokasi menyebutkan, kegiatan yang digelar di Gedung Pertemuan Fakultas Teknologi Kelautan dan Perikanan UNU Cirebon, dibuka Wakil Rektor II UNU Bahtiar.
Seminar tersebut menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten dalam bidang kelautan maupun sistim perkapalan, dari kampus di daerah Surabaya, Jawa Timur.

Dekan Fakultas Teknologi Kelautan dan Perikanan UNU Cirebon, Asep Kostajaya mengatakan, tujuan dari seminar dan sosialisasi ini pertama adalah memperkenalkan hasil kerjasama, yang dilakukan oleh kopertis atau L2 dikti Jawa Barat dengan Hikari Internasional, kedua pihaknya ingin memperkenalkan kembali bahwa ilmu untuk sistem di bidang kelautan perkapalan dan sistem perikanan sangat tepat dan harus terus disebarluaskan.

“Kesempatan ini memang harus lebih diaktifkan kembali kepada masyarakat dan teknisi, sehingga target kami bisa memenuhi permintaan dari pihak owner dan steakholder di Cirebon, Jawa Barat serta Indonesia pada umumnya. Mudah-mudahan, dengan program ini ada target seperti jumlah mahasiswa, bisa memenuhi kuota sesuai dengan yang dicanangkan,” ujarnya.

Pihaknya, terus berupaya meningkatkan dan memperkenalkan keilmuan tersebut agar masyarakat mendapatkan perkuliahan dan ingin magang di Jepang tanpa proses yang rumit. Dengan bekerja sama Hikari Internasional dapat mempermudah dalam memperoleh ilmu maupun pekerjaan bagi masyarakat.

Salah satu narasumber, Guntur menjelaskan Indonesia sebagai poros maritim dunia sekarang tengah fokus, mengembangkan ilmu sistem perkapalan dan kelautan. “Terutama sekarang yang tengah dikembangkan itu adalah tentang pengawetan masa ikan. Jadi ikan tersebut tidak bakal basi terlalu cepat terakhir dicoba bisa sampai lima bulan. Pada intinya, dunia kerja di sektor kelautan dan sistem perkapalan memiliki potensi besar peluang kerja,” papar Guntur. (C-31)