SEJUMLAH atlet panahan berfoto bersama saat akan mengikuti pertandingan di Stadion Pakansari, Bogor.**Ali/KC Online

BOGOR, (KC Online).-

Hari kedua di ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda) para pemanah Kota Cirebon belum berhasil menyumbangkan medali bagi kontingen Kota Cirebon, di halaman Stadion Pakansari, Bogor, Selasa (9/10/2018).

Dari pantauan KC, Anak didik Tedy, selaku pelatih panahan mencapai pencapaian terbaiknya bagi Kota Udang hanya sampai semifinalis di nomor perorangan dan beregu divisi recurve putra.

Salah satunya, andalan Kota Udang di nomor perorangan recurve putra, Wahyu Nugraha yang mampu melaju hingga perempat final usai dikalahkan perwakilan dari Kabupaten Bandung, Farhan Kamil. Peraih perak PON XIX/2016 itu, mendapat perlawanan sengit dari Farhan.

Kedua pemanah tampil sama baiknya hingga skor imbang 4-4. Sayang, memasuki seri terakhir, Wahyu kehilangan konsentrasi. Tembakan pamungkas atlet proyeksi emas tersebut, hanya mengenai angka tujuh sementara Farhan mengenai angka delapan. Atas hasil tersebut, Wahyu harus puas dikalahkan lawannya dengan skor 6-4.

Ditemui usai pertandingan, Wahyu tampak kecewa. Dia pun tak banyak bicara. Wajar saja, ini adalah rekor terburuknya di Porda. Empat tahun lalu, dia masih meraih medali perak dan perunggu. “Ini di luar ekspektasi saya sendiri,” terangnya.

Di partai lainnya, dua pemanah Kota Cirebon, Abdul Azis dan Galang Setiawan saling berhadapan. Azis lolos ke semifinal setelah mengalahkan Galang 6-2. Namun, Farhan Kamil lagi-lagi jadi batu sandungan. Andalan Kabupaten Bandung itu menaklukan Azis 6-2 dan lolos ke babak final.

Azis pun menghadapi duel perebutan medali perunggu melawan Gandi Saputra. Sayang, pemanah senior Kota Bandung itu masih terlalu tangguh baginya. Gandi berhak membawa pulang perunggu setelah meraih kemenangan telak 6-0.

Pelatih Panahan Kota Cirebon, Tedi Suhaedi mengatakan sehari sebelumnya, Kota Cirebon juga gagal menuntaskan ambisinya di nomor beregu recurve putra. Itu setelah ditumbangkan Kabupaten Sumedang di partai perebutan juara tiga.

“Kita belum beruntung. Semoga besok (hari ini, Red) nasib atlet-atlet kita lebih baik di nomor beregu compound putra. Hari ini, ada empat pemanah yang akan diturunkan. Mereka adalah Rifat Rifaldy Lumatauw, Badri Badrudin, M Khaerul dan Danu Adrianto. Kita main di nomor beregu compound dulu. Kamis (11/10/2018) baru main perorangan,” tandasnya. (Ali/KC)