INDRAMAYU,(KC Online).-

Bursa Inovasi Desa diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Indramayu di Gedung Pertemuan Bumi Patra, Kamis (11/10/2018).

Dalam bursa inovasi desa yang dibuka oleh Kepala DPMD Indramayu Dudung Indra Ariska, ditawarkan tiga bidang atau menu inovasi desa, antara lain bidang sumber daya manusia, bidang ekonomi atau kewirausahaan, dan bidang infrastruktur.

Ketiga bidang tersebut ditawarkan kepada para kuwu atau kepala desa dan ketua BPD untuk dipilih dan selanjutnya direncanakan dalam rencana pembangunan desa untuk direalisasikan pada tahun 2019.

Ketua Panitia Bursa Inovasi Desa Kuryanto Setia menjelaskan pada bursa yang digelar selama sehari ini, masing-masing desa saling bertukar informasi keberhasilan pembangunan desanya.

Jika tertarik dengan keberhasilan desa lainnya, maka kuwu dan ketua BPD menandatangani kesepakatan untuk menuangkan rencana pelaksanaan inovasi yang disepakati tersebut untuk dilaksanakan pada tahun 2019. Dalam pelaksanaannya nanti, setiap desa akan didampingi oleh pendamping lokal desa (TPD).

“Pada bursa inovasi desa ini, panitia menawarkan kepada kuwu dan BPD untuk bisa memilih 41 item kegiatan yang meliputi bidang SDM, ekonomi, dan infrastruktur. Selanjutnya akan dilakukan pendampingan untuk pelaksanaan programnya,” jelas Kuryanto.

Dikatakannya, pada bidang sumber daya manusia terdapat 15 item kegiatan yang dapat dipilih. Tiga diantaranya yakni inovasi peningkatan pelayanan administrasi kependudukan berbasis digital, inovasi revitalisasi pasar desa dengan pasar tematik, serta inovasi pakan ternak fermentasi pengganti rumput. Pada bidang ekonomi atau kewirausahaan, panitia menawarkan 18 item inovasi pilihan.

Tiga di antaranya yakni inovasi BUMDEs Mart solusi belanja hemat, inovasi pemanfaatan refleksi air sungai sebagai media promosi wisata dan produk unggulan desa, serta inovasi mendaur ulang ban bekas. Sedangkan pada bidang infrastruktur, ditawarkan 8 item inovasi yang tiga diantaranya yakni inovasi pembangunan sorga desa berbasis peta demografi, konservasi DAS berbasis penguatan ekonomi, dan integrasi embung-raga desa dan destinasi warga.

“Bursa inovasi desa ini merupakan langkah awal dan saatnya desa membangun dengan inovasi. Peserta datang, komit, tiru, dan maju,” imbuhnya.

Kepala DPMD Indramayu Dudung Indra Ariska mengatakan program inovasi desa (PID) dirancang untuk mendorong dan memfasilitasi penguatan kapasitas desa yang diorientasikan untuk mencapai target RPJM dan program prioritas Kemendes PDT melalui peningkatan produktivitas perdesaan.

“Hal yang mendasar dalam rancang bangun PID adalah inovasi dalam praktik pembangunan, kemudian adanya dukungan teknis secara profesional. Itu semua terangkum dalam Bursa Inovasi Desa. Dan Kabupaten Indramayu telah melaksanakannya sebagai kegiatan bursa perdana di Jawa Barat,” ungkap Dudung. (C-24)