CIREBON, (KC Online).-

Daarut Tauhid (DT) Peduli Cirebon melakukan prosesi launching Rumah Tauhid Alquran di Desa Dawuan Kecamatan Tengah Tani Kabupaten Cirebon Kamis (11/10/2018).

Kegiatan dengan mengusung tema ” Menuju Generasi Qur’ani Berkarakter Baik dan Kuat” ini salah satu program DT untuk mengajak masyarakat untuk belajar, mencintai dan mengamalkan Alquran.

Prosesi launching ditandai pemotongan pita oleh perwakilan Camat Tengahtani, didampingi unsur pemerintah Desa Dawuan, pemilik rumah dan pihak DT Peduli Cirebon.

Kegiatan ini juga dihadiri tokoh masyarakat, alim ulama dan tamu undangan lainnya.

Pemilik rumah Hj. rohmawati kepada www.kabar-cirebon.com mengatakan, awalnya rumah yang kini akan dijadikan sebagai rumah tauhid adalah rumah pribadi.  Namun karena hijrah dan tinggal sama orang tua, maka rumah tersebut dikosongkan dan akhirnya bertemu dengan DT Cirebon untuk menawarkan program Rumah Tauhid.

“Saya berharap dengan adanya kerjasama ini dapat bermanfaat kepada anak-anak dan masyarakat, dapat memiliki kegiatan positif yaitu belajar mengaji juga nanti sampai Alquran, terbuka untuk seluruh masyarakat yang ada di Desa Dawuan ini, ” ungkapnya.

Ketua Daarut Tauhid Peduli Cirebon, Mochammad Zusuf menerangkan, dalam rumah tauhid ini, ada beberapa program yang akan digelar pertama Tahfidz Anak Usia Dini, ada Tahsin Anak Usia Dini. Tidak hanya anak-anak, akan tetapi DT dalam hal ini mempersilakan kepada orang tua yang mau belajar memperdalam Alquran gratis tanpa dipungut biaya.

” Programnya sendiri dijadwalkan mulai besok Jumat itu ba’da Ashar terlebih dahulu. Kegiatannya akan dilakukan satu pekan enam hari sementara untuk libur hari Ahad,” jelas Zusuf.

Sementara itu,  Sekretaris Desa Dawuan Kabupaten Cirebon, Muhmmad Lutfi mengatakan,  Pemerintah Desa Dawuan sangat mendukung sekali untuk pendidikan anak, karena selama ini dari desa belum terpikir ke sana baru di tahap pembangunan dan pemberdayaan saja.

“Dengan adanya program Ini akan membantu untuk membimbing masa depan anak menjadi pribadi Alquran, karena di desa ada beberapa Madrasah yang sama mengajarkan Alquran, ” ujarnya. (Egi)