Mr. Djo, tak kurang dari 16 jenis kopi dari seluruh pelosok di Indonesia siap tersaji di kafenya yang berlokasi di perumahan Era Mas, Kelurahan Kecapi, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Selasa (23/10/2018). Rudi/KC Online

HARJAMUKTI, (KC Online).-

Berawal dari hobi bersepeda, Sutardjo kini terjun ke bisnis kopi. Dengan menyematkan nama Mr. Djo, tak kurang dari 16 jenis kopi dari seluruh pelosok di Indonesia siap tersaji di kafenya yang berlokasi di perumahan Era Mas, Kelurahan Kecapi, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

“Saya kan hobi bersepeda, klub saya bernama Dobhol. Nah waktu kumpul-kumpul muncul ide dari teman-teman supaya membuat kafe yang khusus menyediakan kopi. Karena saya memang penggemar kopi dan alhamdulillah halaman rumah cukup untuk tempat kafe, akhirnya saya bangun kafe di rumah sendiri,” kata Sutardjo, Selasa (23/10/2018).

Diakui Sutardjo, untuk membuat kafe kopi miliknya tak kurang menghabiskan biaya Rp 50 juta. “Yang mahal itu beli alat-alat untuk membuat kopinya karena masih berbentuk biji kopi bukan serbuk. Namun bagi saya biaya tidak jadi masalah karena yang penting keinginan saya dan teman-teman untuk punya tempat kongkow sendiri terwujud,” ungkapnya.

Untuk menjalankan usahanya, Sutardjo bekerja sama dengan salah seorang rekan yang sudah memiliki pengalaman di bidang pengolahan kopi, dengan sistem bagi hasil. Bahkan ia juga sempat kursus sebagai barista di Jakarta.

“Supaya hasilnya maksimal, saya sendiri kursus barista di Jakarta. Jadi kalau saya tahu racikannya seperti apa kan saya bisa paham kalau ada konsumen yang meminta dibuatkan kopi ini dan itu. Soalnya kopi itu banyak macamnya dan di sini saya baru menyediakan 16 jenis kopi,” ujarnya.

Disinggung soal harga, Sutardjo mengaku tidak mengambil untung banyak. Meski begitu, ia menjamin kualitas kopi yang dijualnya. Bahkan untuk air seduhan kopi ia menggunakan air mineral khusus dan bukan air isi ulang.

“Di sini kan saya tidak perlu sewa, beda dengan kafe-kafe yang dibuka di mall atau tempat-tempat tertentu jadi berpengharuh terhadap harga. Saya jual seduhan kopi mulai Rp 10.000 saja dan paling mahal Rp 25.000. Kalau di kafe-kafe tidak mungkin dapat segitu,” jelasnya.

Lebih jauh Sutardjo menjelaskan, kafe kopinya terbuka untuk umum. Siapapun dipersilakan datang dan mencicipi kopi racikan khas Mr. Djo. “InsyaAllah tidak mengecewakan,” tuturnya. (Rudi/KC Online)