KUNINGAN, (KC Online).-

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Kadisdagin) Kabupaten Kuningan, Agus Sadeli, memastikan tidak ada temuan kendala ataupun penyimpangan dalam pengerjaan program revitalisasi pasar desa yang berada di 5 titik pembangunan.

Setelah adanya peninjauan yang dilakukan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kuningan, pada Rabu (10/10/2018) kemarin.

“Sejauh ini pengerjaan proyek tersebut aman dan lancar, tidak ada kendala apapun, apalagi sampai mangkrak,” ungkap Agus, ketika dikonfirmasi www.kabar-cirebon.com, Kamis (11/10/2018).

Dirinya menerangkan, pemerintah daerah melakukan program revitalisasi pasar desa di antaranya di Desa Kutawaringin, Kecamatan Selajambe, Desa/Kecamatan Selajambe, Desa/Kecamatan Garawangi, Desa/Kecamatan Maleber, dan Desa Cihirup, Kecamatan Ciawigebang. Adapun penganggarannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), dengan pagu anggaran senilai Rp. 5,9 Miliar.

Program ini dilaksanakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para pedagang di pasar tradisional tersebut. Termasuk, menjaga kelestarian, dan kebersihan lingkungan pasar tradisional, agar tercipta kenyamanan bagi pedagang juga pengunjungnya, hingga tidak kalah bersanding dengan pasar modern.

“Untuk anggarannya dari DAK senilai Rp 5,9 miliar. Tapi, karena ada nilai kontrak dan sebagainya, menjadi dibawah angka tersebut,” katanya.

Program revitalisasi pasar desa ini bermanfaat, baik bagi masyarakat, maupun pemerintah desa. Sebab, bagi penghuni kios tidak akan dibebani lagi untuk pembelian bangunan barunya nanti. Mutlak sebagai bantuan dari pemerintah. Satu hal yang menjadi tanggapan serius oleh Kadisdagin Kuningan adalah terkait manajemen pengelolaan pasar-pasar tradisional tersebut setelah rampungnya proses pembangunan.

“Pemerintah sudah baik membangun kembali pasar tradisional menjadi lebih baik. Nah, tinggal bagaimana untuk manajemen pengelola pasarnya harus dipikirkan secara matang. Apakah akan diurus oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), atau membentuk struktur kepengurusan pengelola pasar,” tandas Agus Sadeli.(Erix)