LKP Sultan Bagus Rangin (SBR) Aviation membuka tiga agensi di tiga kota, yakni Aceh, Demak dan Solo.Minggu (7/10/2018). Jejep/KC Online

MAJALENGKA, (KC Online).-

LKP Sultan Bagus Rangin (SBR) Aviation membuka tiga agensi di tiga kota, yakni Aceh, Demak dan Solo. Langkah tersebut dimaksudkan untuk memperluas jangkauan, sehingga lembaga yang mendidik siswa-siswi di bidang kebandaraan ini lebih dikenal masyarakat luas.

“Alhamdulillah agensi SBR Aviation sudah dibuka di tiga kota dan insyaallah akan berlanjut ke kota-kota lainnya di Indonesia. Tentunya kami berharap agar SBR Aviation bisa menarik minat masyarakat tidak hanya di Pulau Jawa, tetapi juga di luar Jawa,” kata Direktur Utama LKP SBR Aviation, Yusuf HD didampingi Manager HRD Guntur Widiasmoro kepada KC Online, Minggu (7/10/2018).

Diakui Yusuf HD, saat ini banyak lembaga sejenis yang bermunculan. Meski demikian, pihaknya tidak merasa hal itu sebagai penghambat, tetapi justru sebagai mitra yang bisa bersaing secara sehat.

“Saya yakin masyarakat semakin jeli dan bisa membedakan mana LKP yang berkualitas mana yang sebaliknya. Kami optimistis SBR Aviation bisa diterima masyarakat lebih luas lagi, karena kami memiliki kerja sama dengan tiga perusahaan penerbangan, seperti PT. Gapura, PT. Prathita Titian Nusantara dan PT. Jasa Angkasa Semesta. Kerja sama itu belum tentu dimiliki LKP yang lain,” paparnya.

Sementara itu, Manager HRD Guntur Widiasmoro menambahkan, pendirian tiga agensi itu untuk menyosialisasikan keberadaan SBR Aviation di sekitar daerah tersebut. Sedangkan untuk pendidikan dan pelatihan tetap di kampus pusat, yakni di Kadipaten, Majalengka.

“Kalau pendidikannya tetap di sini di Kadipaten. Kami yakin dengan pembukaan tiga agensi tersebut serta rencana membuka agensi di kota-kota lain akan membuat SBR Aviation menjadi lebih eksis. Kami akan terus berupaya menjadikan lembaga kursus dan pelatihan ini maju dan terus berkembang,” harapnya.

Ratusan lulusan SBR Aviation juga sudah tersebar di sejumlah bandara di Indonesia. Ada yang bekerja di BIJB atau Bandara Kertajati, ada juga di Bandara Soetta dan ada yang di Semarang dan masih banyak lagi. Hal itu sekaligus sebagai ralat informasi yang menyebutkan jika ratusan lulusan bekerja di BIJB.

“Kami selalu berupaya maksimal agar lulusan kami bisa diterima di banyak bandara di Indonesia. Sebab sebelum lulus, siswa-siswi SBR akan mengikuti ujian negara yang digelar di Kementerian Perhubungan. Jadi lulusan kami berlisensi atau bersertifikat,” tandasnya.

Sertifikat tersebut, lanjut Guntur, merupakan modal penting untuk mendapatkan pekerjaan di bandara. Soalnya, bekerja di bandara tidak seperti bekerja di pabrik karena harus memiliki keahlian dan berlisensi. “Jadi kalau mau bekerja di bandara ya harus punya keahlian, harus punya lisensi, tidak bisa sembarangan,” tegasnya. (Jejep/KC Online)