KASAT Reskrim Polres Majalengka, Ajun Komisaris Polisi M Wafdan Muttaqin, memberikan penjelasan kepada sejumlah wartawan terkait penangkapan pengedar uang palsu yang dilakukan tiga orang tersangka, Selasa (23/10/2018). Tati/KC Online

MAJALENGKA, (KC Online).-

Tiga orang tersangka pengedar uang palsu di lokasi yang berbeda, salah seorang di antaranya ibu rumah tangga Sri M (40 tahun), warga Blabar RT 02 RW 02, Desa Kecepit, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara ditangkap aparat kepolisian Resor Majalengka di lokasi yang berbeda Minggu (21/10/2018).

Dari tangan tersangka Sri M diamankan barang bukti nerupa 7 lembar uang kertas palsu pecahan Rp 100.000, uang tunai hasil penukaran Rp 483.000, satu buah kain sarung, sayuran dan makanan ringan, dari tersangka BS, diamankan barang bukti 32 lembar uang kertas palsu pecahan Rp. 50.000, 4 buah rokok, 1 buah HP Nokia, satu unit sepeda motor Yamaha Bison, satu buah jaket abu, satu buah topi warna hitam, 1 buah celana jeans uang rupiah asli sebesar Rp. 150.000.

Menurut Kapolres Majalengka Ajun Komisaris Besar Polisi Noviana Tursanurohmad didampingi Kasat Reskrim Ajun Komisaris M Wafdan Muttaqin, Selasa (23/10/2018), SM ditangkap di Pasar Maja pada Kamis pekan kemarin setelah yang bersangkutan membeli sayuran, makanan ringan dan kain sarung.

Aksinya kemudian diketahui salah seorang pedagang Udin Sopandi warga Desa Maja Utara, Kecamatan Maja yang menerima uang pecahan sebesar Rp 100.000 ketika tersangka berbelanja di kiosnya. Begitu mengetahui uang palsu, korban segera melapor ke Mapolsek Maja.

“Begitu diperiksa ternyata dia masih membawa 7 lembar uang palsu dengan pecahan Rp 100.000 serta hasil penukaran uang sebesar Rp. 483.000, juga hasil belanjaan,” kata Wafdan.

Dua tersangka pengedar uang palsu lainnya yang berhasil ditangkap adalah Benu Sekowati (50 tahun), warga Blok Senin, RT 02 RW 02, Desa Jatitengah, Kecamatan Jatitujuh serta Guntur Suharto warga GR Bintaro Anggrek Loka A.5/2, RT 03 / 07, Kelurahan Pakujaya, Serpong, yang kini tinggal di Jatitujuh, sedangkan salah seorang temannya kini masih buron.

Dilaporkan

Tersangka Benu ditangkap Minggu (22/10/2018), di Desa Ligung Lor, Kecamatan Ligung, ketika yang bersangkutan membeli makanan dengan menggunakan uang palsu pecahan Rp 50.000. Aksinya kemudian diketahui pedagang dan yang bersangkutan segera dilaporkan ke Mapolsek Ligung.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Benu mengaku memiliki uang palsu yang diperoleh Guntur yang kini tinggal di Blok Rabu, Desa Jatitengah, Kecamatan Jatitujuh. Uang palsu tersebut sebesar Rp 5.000.000 dengan pecahan Rp. 100.000 sebanyak 20 lembar serta pecahan Rp 50.000 sebanyak 60 lembar. Uang dibeli seharga Rp 1.500.000.

Setelah memiliki uang, tersangka kemudian membelanjakan uang tersebut di antaranya kepada Darno pedagang di Blok Tipar, Desa Ligung Lor untuk mebeli rokok, namun aksinya segera diketahui. “Pengakuannya uang palsu yang dibelinya dipergunakan untuk membeli makanan, bensin untuk kendaraan, dan kebutuhan hidup sehari-hari,” jelas Kasat Reskrim.

Menurutnya, para tersangka akan dijerat dengan Pasal 26 ayat 3 Undang-Undang RI nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang, Jo Pasal 36 ayat 3 Undang-Undang RI nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang Jo. Pasal 245 KUH Pidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda paling banyak Rp 10.000.000.000. (Tati/KC Online)