CIREBON,(KC Online).-

Bupati Cirebon H Sunjaya Purwadisastra melakukan pengecekan ke TPA Gunung Santri di Desa Kepuh, Kecamatan Palimanan, Kamis (11/10/2018).

Sunjaya menilai, saat ini pengelolaan TPA yang baru dibuka Juni lalu itu sudah lebih bagus. Namun, TPA Gunung Santri saat ini masih kekurangan alat berat. Di TPA ini hanya ada empat alat berat, sementara idealnya harus ada enam alat berat.

“Kita masih butuh beko, sebab kurang alatnya. Kita akan pinjam ke Dinas Pertanian meski standarnya beda. Sebab alat berat di Dinas Pertanian itu ukurannya lebih kecil,”ujar Sunjaya di sela kunjungannya.

Menurutnya, TPA Gunung Santri berpotensi diperpanjang. Hal ini dilihat dari makin membaiknya hubungan antara Pemerintah Kabupaten Cirebon dengan masyarakat di Desa Kepuh.

“Yang utamanya adalah komunikasi yang makin baik. Kita berniat untuk memperpanjang masa sewa di TPA Gunung Santri ini dari tadinya hanya setahun menjadi lebih dari itu, tapi kita tidak akan terpaku hanya ke TPA Gunung Santri saja, sebab akan ada masanya sewa benar-benar berakhir. Makanya alternatif lokasi lain masih kita cari,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan DLHD Kabupaten Cirebon Dedi Sudarman mengatakan, tiap harinya sampah yang masuk ke TPA Gunung Santri mencapai 475 ton. Untuk memproses sampah sebanyak itu, menurutnya, dibutuhkan enam alat berat untuk mendorong sampah dan meratakannya.

Dedi menambahkan, berkaca pada pengalaman terdahulu, pihaknya mengelola TPA ini dengan lebih baik lagi, dari yang tadinya hanya ditumpuk terus menerus, kini secara control landfill, yaitu dengan cara dikubur oleh tanah merah.

“Tanah merah itu berfungsi untuk mengurai bakteri. Ini sangat bagus, mengingat tempat sampah itu sarangnya bakteri. Per dua Minggu sekali diurug oleh tanah, lalu sampah saat baru turun dari truk itu langsung dibawa ke pojok TPA, sehingga masih banyak lahan TPA yang kosong,” katanya. (Fanny)