CIREBON, (KC Online).-

Jajaran Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Polda Jawa Barat berhasil mengamankan sebuah kapal penangkap ikan KM. Goeimaru di wilayah Perairan Tanjung Losari Kabupaten Cirebon, Rabu (7/11/2018).

Direktur Polair Polda Jabar, Komisaris Besar Widi Handoko melalui Kasubdit Gakum Ditpolair Polda Jabar, Ajun Komisaris Besar Budi Susarwo mengatakan, kapal berbobot 14 GT tersebut diamakan karena kapal tersebut beroperasi tanpa dilengkapi dokumen Persetujuan Berlayar (SPB) ketika personil Ditpolairud melakukan giat patroli rutin menggunakan KM Kapal Sikatan 3012 di wilayah tersebut. “Saat di periksa, nahkoda kapal tidak bisa menunjukan SPB dari Syahbandar,” tegasnya.

Budi Suwarso menyatakan bahwa ketika terjaring patroli, kapal ini belum mendapatkan hasil tangkapan dan terpaksa disandarkan di Pelabuhan Cirebon untuk penyidikan lebih lanjut karena telah melanggar Undang-Undang no.45 tahun 2009 pasal 42 ayat 2 tentang perikanan dengan ancaman pidana penjara paling lama satu tahun dan denda 200 juta rupiah.

“Kapal diamankan di Pelabuhan Cirebon untuk penyidikan, Nahkoda dan ABK juga akan didata dan diperiksa,” jelasnya.

Pihaknya mengimbau agar kapal-kapal yang akan berlayar selalu melengkapi dokumen kapal dan dokumen lainnya agar kejadian serupa tidak terjadi lagi, “Padahal sudah sering disosialisasikan agar melengkapi dokumen sebelum berlayar,” ujarnya.

Lebih lanjut ia juga meminta agar setiap kapal selalu memperhatikan alat-alat keselamatan yang harus tersedia didalam kapal juga setiap ABK dan nelayan menggunakan asuransi.

“Sebaiknya alat keselamatan diperhatikan dan setiap personelnya dibekali dengan asuransi nelayan agar meminimkan resiko bila sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan,” imbaunya.(Josa)