ANGGOTA Satreskrim Polres Indramayu menggelandang pelaku curanmor yang ditembak kakinya ke mapolres setempat, Selasa (6/11/2018).* Udi/KC Online

AKSI empat komplotan pelaku curanmor spesialis rumah dan parkiran yakni SA (21 tahun), DS (24 tahun), K (36 tahun) serta E (33 tahun) akhirnya terhenti setelah tim Resmob Polres Indramayu berhasil meringkus mereka.

Bahkan, satu pelaku terpaksa ditembak bagian kakinya karena berusaha melawan petugas saat akan ditangkap. Dari tangan tersangka, polisi berhasil menyita 16 motor. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini mereka meringkuk di sel tahanan mapolres setempat.

Kapolres Indramayu Ajun Komisaris Besar M. Yoris MY Marzuki saat menggelar konferensi pers mengatakan, para pelaku ini memiliki peran berbeda seperti mengawasi lingkungan, pemetik serta driver.

Dalam aksinya, para pelaku ini mengincar motor yang terparkir digarasi rumah yang tak dikunci maupun mengincar sepeda motor yang tak dikunci ganda di parkiran minimarket. Saat beraksi dalam waktu kurang dari lima menit pelaku mencuri sepeda motor korbannya dengan menggunakan kunci leter T. Dari hasil penangkapan polisi berhasil menyita sebanyak 16 sepeda motor berbagai jenis.

“Satu pelaku berinisial K terpaksa kita dilumpukan dengan tembakan di bagian kakinya. Karena berusaha melawan saat akan ditangkap oleh petugas,” kata Yoris, Selasa (6/11/2018).

Enam bulan

Pengungkapan yang langsung dipimpin Kasat Reskrim Ajun Komisaris Suseno Adi Wibowo dan jajaran ini setelah melakukan lidik usai beberapa laporan masuk di Satreskrim. Kemudian dalam empat hari berhasil menangkap seorang pelaku berinisial SA. Setelah itu dari pelaku ini dikembangkan, dan mendapatkan tiga pelaku lainnya.

“Dari empat orang ini kita berhasil melakukan penyitaan sebanyak enam belas sepeda motor hasil curian. Para pelaku sudah sering melakukan pencurian lebih dari 6 bulan dan saat ini dilakukan penyelidikan,” paparnya

Masih dikatakannya, tindak pidana yang mereka lakukan hampir setiap hari dengan pencurian 56 kali kasus curanmor. Modusnya adalah melihat motor di pinggir jalan dan maupun di rumah kemudian membuka dengan menggunakan kunci T.

Saat ini, polisi masih mendalami dan menyelidiki ke empat pelaku curanmor ini guna dilakukan pengembangan lebih lanjut. Dan akibat perbuatannya para pelaku terancam pasal 363 tentang pencurian pemberatan dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara. (C-20)