CIREBON,(KC Online).-

Beberapa perumahan mewah yang berderet di sepanjang perbatasan Kecamatan Kedawung-Talun mengalami krisis air bersih.

Seluruh penghuni perumahan mewah tersebut hingga saat ini masih menggunakan air tanah. Air yang mengalir pun kadang berkarat karena kontur tanah. Krisis akan terus berlangsung jika banyak developer yang terus membangun perumahan di kawasan ini.

Sejak beberapa tahun terakhir, kawasan perbatasan Kedawung-Talun ini menjadi tempat favorit bagi developer untuk membangun kawasan hunian mewah.

Jaraknya yang tidak terlalu jauh ke pusat pemerintahan Kabupaten Cirebon maupun pusat Kota Cirebon membuat kawasan ini pun menjadi favorit warga yang sedang mencari hunian yang reperesentatif.

“Apalagi musim kemarau saat ini banyak warga di perumahan tersebut yang kesulitan air, musim kemarau parah, ektrem banget,” kata salah satu penghuni di salah satu perumahan elite tersebut, Junaedi (36 tahun), Kamis (8/11/2018).

Menurutnya, warga perumahan akhirnya memperdalam sumur artesis di rumah maisng-masing, namun ada juga yang tidak melakukannya.

“Kadang ada juga rumah yang kadang ditinggal lama oleh penghuninya, namun kalau rumah yang sering didiami oleh pemiliknya pasti saat ini memperdalam sumurnya,” katanya.

Menanggapi ini, Dirut PDAM Kabupaten Cirebon Suharyadi mengatakan, pada tahun depan PDAM akan menambah sekitar 5 ribu sambungan ke wilayah ini.

“Ada layanan sambungan sebanyak 5.270 ke wilayah perbatasan Kedawung-Talun tersebut, kami sudah mengajukan bantuan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang untuk sambungan itu,” kata Suharyadi.

Menurutnya, kawasan tersebut memang mengalami krisis air bersih sejak dulu, ditambah maraknya pembangunan.

“Selama ini pelanggan PDAM Kabupaten Cirebon mencapai 38 ribu pelanggan, jika ditambah dengan pelanggan dari kawasan tersebut maka akan menambah cakupan sebesar 7 persen,” ujarnya.

Suharyadi menambahkan, dalam sebuah rencana sambungan baru, pihaknya mempertimbangkan kapasitas yang ada.

“Untuk Kedawung-Talun, kita punya kapasitas 20 liter per detik untuk 2 ribu pelanggan. Kami sudah mendata, di kawasan tersebut ada sekitar 1.200 pelanggan baru, jadi kapasitasnya sangat memungkinkan, iddle atau sisa kapasitasnya masih banyak,” katanya. (Fanny)