ADA yang berbeda dengan sistem pembelajaran yang dilakukan masing-masing sekolah di Kota Cirebon, baik tingkat taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP).

Sejak pagi hari yang biasanya diisi dengan belajar di dalam ruangan kelas, namun mereka justru bermain dan mengisi kegiatannnya di luar kelas, Kamis (1/11/2018).

Seperti halnya dilakukan oleh SMPN 13 Kota Cirebon, siswa yang terdiri dari Kelas VII, VIII dan IX beramai-ramai, memadati dan bermain di Wisata Pantai Kejawanan Kota Cirebon. Sepintas, mereka terlihat layaknya pengunjung sedang berwisata, namun mereka juga sedang belajar mengenal dan mencintai alam.

Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Asep Komara mengatakan, para siswa sengaja belajar di luar kelas dalam memperingati Hari Anak setiap tanggal 1 November. Masing-masing sekolah baik dari tingkat TK, SD hingga di tingkat SMP mereka melaksanakannya.

“Saya tentunya sangat mengapresiasi langkah dari pemerintah baik di Kota maupun di Kabupaten Cirebon, yang dlanjutkan oleh masing-masing sekolah seperti halnya dilakukan oleh SMPN 13, mengusung tema Cinta Laut dan Gemar Makan Ikan sebagai tindak lanjut, sekolah berwawasan kemaritiman,” ungkapnya.

Adapun untuk peringatan Hari Anak Internasional kali ini, merupakan kali pertama dilakukan di Kota Cirebon. “Di dalam kegiatan ini, tidak hanya mengenal lingkungan, mereka dapat menuangkan melalui sebuah tulisan baik itu puisi, gambar maupun lainnya. Diharapkan dengan adanya kegiatan belajar di luar kelas ini, dapat memenuhi hak-hak siswa di Kota Cirebon, sebagai siswa mereka memerlukan pembelajaran di luar ruangan tidak hanya semata-semata di dalam ruangan saja” imbuhnya.

Kepala SMP Negeri 13, Euis Sulastri menyampaikan pihaknya mengarahkan mengunjungi pantai karena kebetulan ditunjuk, sebagai sekolah berwawasan kemaritiman sehingga ketika ada kegiatan belajar di luar kelas atau Outdoor classroom Day di seluruh Indonesia, pihaknya mengajak para siswa belajar mengenal pantai laut di daerahnya.

“Hari ini mereka ful mengikuti kegiatan belajar di Pantai Kejawanan, mereka diberikan kebebasan untuk berekspresi, di samping mereka tetap melaporkan apa yang didapat untuk dituangkan dalam sebuah tugas mata pelajaran, seperti menggambar, tulisan puisi maupun tulisan pengalaman bebas. Nanti tugasnya dinilai sesuai dengan apa yang mereka kerjakan,” tambahnya. (C-17)