CIREBON,(KC Online).-

Baru dua bulan jualan elang bondol, AS (27 tahun) warga Desa Kemlaka, Kecamatan Tengah Tani, ditangkap jajaran polisi dari Polres Cirebon, pada Jumat (2/11/2018).

Tak hanya AS, Polres Cirebon juga menangkap S yang memperdagangkan kukang jawa. AS sering memperdagangkan satwa liar yang dilindungi di Pasar Ayam di Desa Weru Kidul, Kecamatan Weru. Sementara S memperdagangkan satwa liar melalui online.

Penangkapan bermula saat polisi sedang melaksanakan tugas rutin keseharian, kemudian mendapatkan informasi melalui media sosial bahwa para pelaku memperdagangkan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup.

“Selanjutnya jajaran kami melakukan penyelidikan dan melakukan transaksi jual beli dengan para pelaku. Ketika para pelaku datang dengan membawa satwa yang dilindungi tersebut, jajaran kami langsung melakukan penangkapan terhadap para pelaku tersebut,” kata Kapolres Cirebon Ajun Komisaris Besar Suhermanto, Sabtu (3/11/2018).

Setelah ditangkap, saat itu pelaku menerangkan masih memiliki satwa lainnya yang dilindungi sehingga dilakukan penyitaan terhadap satwa tersebut. Selanjutnya, para pelaku dan barang bukti satwa dibawa ke Polres Cirebon untuk penyidikan lebih lanjut.

“Yang turut kami sita ada elang hitam, alap-alap tikus, serta anakan elang bondol,” katanya.

AS mengaku mendatangkan satwa liar yang dijualnya tersebut dari Surabaya dan dikirim ke Cirebon melalui ekspedisi kereta api.

“Para pelaku kamu jerat dengan UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Data Alam Hayati dan Ekosistemnya, barang siapa yang dengan sengaja menangkap, melukai atau membunuh dan memperniagakan maka diancam maksimal hukuman penjara lima tahun,” ujarnya.

Sementara itu, AS diketahui menjual elang hitam Rp 2 juta dari harga yang ia beli Rp 1,8 juta dari pedagang satwa di Surabaya. Elang bondol ia jual Rp 750 ribu, sementara alap-alap tikus dijual Rp 300 ribu per ekor.

“Saya membeli satwa ini di Surabaya melalui Facebook. Kemudian dikirim. Sayapun awalnya hanya hobi, tapi lsbtss jadi jualan. Tadinya saya tidak tahu kalau satwa itu tidak boleh dijual, setelah dikasih tahu polisi saya tahu kalau satwa liar ternyata tidak boleh diperjualbelikan,” ujarnya. (Fanny)