KAPOLRES Majalengka Ajun Komisaris Besar Polisi Mariyono didampingi Kasat Reskrim, Ajun Komisaris Polisi M Wafdan Muttaqin memperlihatkan 4 buah stick baseball bersama tiga tersangka pelaku perusakan kantor Dinas Pemberdanyaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Majalengka saat memberikan keterangan pers di halaman Mapolres setempat, Selasa (13/11/2018).* Tati/KC Online

MAJALENGKA, (KC Online).-

Satreskrim Polres Majalengka mengamankan tiga orang dari enam tersangka yang diduga pelaku perusakan Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Majalengka pada Senin (12/11/2018).

Kepolisian juga mengamankan barang bukti berupa 2 unit kendaraan roda empat, 4 buah stick baseball, pecahan kaca, kunci kontak mobil dan surat-surat kendaraan.

Kapolres Majalengka, Ajun Komisaris Besar Mariyono, didampingi Kasat Reskrim, Ajun Komisaris Polisi M Wafdan Muttaqin, Selasa (13/11/2018) mengatakan, ketiganya diamankan pada Senin malam setelah dilakukan penyelidikan serta berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.

“Ketiganya sudah diamankan dan sedang dalam pemeriksaan penyidik di Mapolres Majalengka,” kata Kapolres, dalam siaran pers di Mapolres.

Disampaikan Mariyono, ketiga pelaku tersebut berinisial RN (36 tahun), TS (28 tahun) dan CR (38 tahun). Ketiganya merupakan warga Kabupaten Majalengka. Sedangkan tiga tersangka lainnya yang sudah diketahui identitasnya masih dalam pengejaran petugas dan sudah di tetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Merasa kesal

Sementara penyebab terjadinya perusakan kantor tersebut, kata Kapolres, dilatarbelakangi kekecewaan pelaku yang mengakibatkan merasa kesal dan kecewa terhadap Kepala Dinas DMPD Majalengka, yang katanya awalnya menjanjikan akan memberikan pekerjaan proyek Posyandu dengan senilai Rp 10 miliar untuk periode tahun 2018. Namun hingga akhir tahun anggaran proyek tersebut tak kunjung diberikan pada mereka.

“Berdasarkan keterangan mereka yang mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) ada sekitar 10 orang dengan menggunakan empat unit mobil. Namun yang melakukan perusakan hanya enam orang,” ungkap Kapolres Mariyono.

Saat ini, selain sudah mengamankan tiga orang tersangka satu di antaranya otak pelakunya, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya, 2 unit mobil, 4 buah stick baseball, pecahan kaca, kunci kontak mobil dan surat-surat kendaraan. “Ketiga tersangka yang sudah kami tangkap, akan kami jerat pasal 170 ayat 1 KUHPidana dengan ancaman kurungan 5 tahun penjara,” ungkap Kapolres.

Seperti diberitakan sebelumnya Kantor Dinas Pemberdanyaan Masyarakat dan Desa dirusak sekelompok orang hingga megakibatkan sejumlah pintu dan jendela kaca pecah-pecah, serta sejumlah mebeler yang ada di ruang tamu juga rusak. Aksi perusakan terjadi Senin (12/11/2018) kemarin sekitar pukul 10.30 WIB.  (C-23)