KASI Intel Kejaksaan Negeri Sumber, Kabupaten Cirebon, Raditya Rakatama memberikan keterangan penangkapan mantan Kuwu Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Banurengga di Kantor Kejaksaan Negri Sumber, Kamis (15/11/2018).* Iwan/KC Online

CIREBON, (KC Online).-

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Cirebon menahan mantan Kuwu Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Banu Rengga, atas dugaan korupsi dana desa.

Kasi Intel Kejari Kabupaten Cirebon, Aditya Rakatama mengatakan, pihaknya menahan Banu pada Minggu (12/11/2018) lalu di kediamannya. Banu diduga korupsi dana desa senilai lebih dari Rp 600 juta, ia ditahan selama 20 hari ke depan.

“Atas laporan masyarakat kami melakukan penyelidikan di Desa Cipanas, Kuwu Desa Cipanas diduga telah korupsi dana desa tahun 2016-2017 senilai lebih dari Rp 600 juta. Setelah itu kami tahan karena terbukti ada perbuatan melawan hukum,” kata Aditya, Kamis (15/11/2018).

Selanjutnya, menurut Aditya, tahap kedua proses penyidikan dilakukan, dan jika sudah selesai maka langsung dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Bandung.

“Untuk pekerjaan dalam dana desa tahun 2016-2017 ada kegiatannya namun ada yang tidak terlaksana. Ada dana yang tidak bisa ia pertanggungjawabkan,” katanya.

Sebelum mantan Kuwu Desa Cipanas, dua kuwu lainnya yang telah terlebih dahulu ditahan karena korupsi dana desa adalah Kuwu Desa Winong, Kecamatan Gempol, dan Kuwu Desa Leuweung Gajah, Kecamatan Waled.

Menurut Aditya, Kejaksaan sebetulnya sudah melakukan sosialisasi terhadap seluruh kuwu pada 2017 lalu terkait penggunaan dana desa tersebut.

“Tapi kembali lagi ke mental kuwu masing masing. Biasanya kuwu itu bingung mengelola uang yang begitu banyak. Padahal itu yang negara yang satu rupiah pun harus dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cirebon, Nanan Abdul Manan meyakini, tiap kuwu bukannya tidak tahu aturan atau risiko yang mereka hadapi jika coba-coba menyelewengkan dana desa.

“Saya yakin mereka tahu risikonya, ini kembali lagi kepada karakter dan mental mereka,” katanya.

Menurutnya, sama sekali tidak ada pembiaran dari DPMD terhadap para kuwu yang mengelola dana desa, sebaliknya justru ada ‘keroyokan’ baik dari DPMD maupun Inspektorat yang biasanya melakukan audit secara berkala.

“Tidak ada pembiaran dari kami kok, sosialisasi sudah, audit oleh Inspketorat juga sudah, tindakan preventif sudah, lalu mau bagaimana lagi?” ujarnya.

Banu Rengga diketahui berakhir masa jabatannya pada tahun ini setelah menjabat kuwu sejak 2012 lalu. Saat ini, Desa Cipanas dipimpin oleh penjabat kuwu.(C-09)