KAPOLRES Indramayu Ajun Komisaris Besar M Yoris MY Marzuki perlihatkan senjata api jenis pistol rakitan yang digunakan Suk alias Peyang (26 tahun), asal Desa/Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang untuk mengancam warga Desa Patrol, Selasa (13/11/2018).* Udi/KC Online

INDRAMAYU, (KC Online).-

Seorang pemuda Suk alias Peyang (26 tahun), asalĀ  Desa/Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang ditangkap anggota Satreskrim Polres Indramayu, Selasa (13/11/2018). Sebab, dia dengan sengaja mengancam warga dengan menodongkan senjata api kepada pemuda di Desa/Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu. Dari tangan tersangka, polisi menyita sepucuk senjata api rakitan jenis revolver beserta tiga butir peluru aktif.

Kapolres Indramayu, Ajun Komisaris Besar M. Yoris MY Marzuki membenarkan perihal penangkapan itu. Dikatakan Yoris, Suk alias Peyang diringkus jajarannya karena kedapatan menodongkan senjata api pada warga di Kecamatan Patrol. Saat ditangkap, sebelumnya Suk telah menuduh seorang warga gara-gara velg sepeda motor. Setelah itu dia mengancam dengan menodongkan senjata api rakitan kepada warga itu.

Namun, lanjut Yoris, saat ditangkap dia berusaha mengelak. Tetapi berkat kesigapan dan ketelitian petugas akhirnya berhasil mengamankan sepucuk senjata api rakitan jenis revolver beserta tiga butir amunisi di dalamnya.

Selanjutnya tersangka diamankan ke Mapolres Indramayu untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus tersebut. Di hadapan petugas, tersangka mengaku mendapatkan senpi tersebut dari salah seorang temannya dengan membeli seharga Rp 4 juta.

“Pada saat dilakukan penangkapan, pelaku sedang menodongkan senjata api ke salah satu warga. Karena dia menuduh warga telah mengambil velg sepeda motor namun pada saat itu warga melaporkan ke polsek dan langsung dilakukan penangkapan. Dari badannya kita sita satu pucuk senjata api rakitan beserta tiga butir peluru jenis revolver, ” terangnya.

Meresahkan

Masih dikatakan Yoris, ulah tersangka ini merupakan ancaman bagi warga setempat karena meresahkan. Hanya saja berkat kecepatan warga melaporkan peristiwa itu sehingga polisi pun langsung bergerak dan berhasil menangkap pelaku tidak kurang dari 24 jam.

Saat ini tersangka Suk masih diperiksa intensif oleh penyidik setempat. Hal itu untuk bahan pengembangan darimana tersangka mendapatkan senpi jenis pistol rakitan tersebut. Sementara guna mempertanggungjawabkan perbuatannya tersanagka terancam undang-undang darurat dengan ancaman hukuman minimal 12 tahun kurungan penjara. (C-20)