CIREBON,(KC Online).-

Saat ini dalam upaya melindungi diri tenaga kerja secara keseluruhan terus dilakukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cirebon.

Salah satunya dengan melalui langkah peningkatan kepesertaan dari kalangan masyarakat pekerja Perhutani, BPJS Ketenagakerjaan Cirebon menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan edukasinya di Kantor Perhutani Resort Tonjong Kecamatan Pasaleman  Kabupaten Cirebon, Senin (10/12/2018).

Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Cirebon, Supriatna mengatakan, melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan dari seluruh masyarkat pekerja perhutani dapat tercover program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Ini menjadi fokus utama kami, agar dari kalangan masyarakat pekerja perhutani dapat lebih tercover program BPJS Ketenagakerjaan,” tutur Supriatna kepada KC, Minggu (9/12/2018).

Lebih lanjut Supriatna mengemukakan, pada wilayah Cirebon, potensi perlindungan diri bagi kalangan pekerja bukan penerima upah (BPU) masih sangat besar.

Mereka, yang semestinya mendapat perlindungan diri, tidak hanya dari kalangan masyarakat pekerja perhutani, pekerja di bidang peternakan, di lembaga pemerintahan  juga non pemerintahan lainnya.

“Karenanya, untuk bisa melindungi diri mereka diperlukannya pola edukasi dan cara-cara pendekatan lebih masif lagi dari kita kepada mereka. Karena, harus kita akui bila dari potensi pekerja yang belum terlindungi oleh program jaminan sosial ketenagakerjaan pada wilayah Cirebon masih sangat besar,” ujarnya.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cirebon, Andry Rubiantara sebelumnya mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan telah ditunjuk pemerintah dalam melindungi seluruh tenaga kerja, baik itu pekerja penerima upah (PU) mapun pekerja bukan penerima upah (BPU).

“Ini bagian tantangan kami untuk bisa melindungi tenaga kerja yang ada di wilayah Cirebon. Terlebih BPJS Ketenagakerjaan diberikan amanat pemerintah dalam melindungi seluruh tenaga kerja BPU, baik dari sisi risiko pada saat bekerja maupun meninggal dunia,” katanya.

Andry menyebutkan, bagi peserta BPU, BPJS Ketenagakerjaan telah memiliki program perlindungan diri berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sampai Jaminan Kematian (JKM).

”Dengan hanya menyisihkan premi sebesar Rp 16.800 per bulannya<, BPU akan terlindungi dari segala risiko yang akan mereka hadapi,” katanya.(C-11)