Telur. (KC Online)

INDRAMAYU, (KC Online).–

Memasuki penghujung tahun ini, harga telur ayam di pasar tradisional di Kabupaten Indramayu melonjak. Kondisi itu dikeluhkan konsumen, terutama pedagang masakan.

Pantauan KC Online di Pasar Baru Indramayu, Minggu (2/12/2018), harga telur ayam saat ini berada di kisaran Rp 24 ribu – Rp 25 ribu per kg. Bahkan, di warung-warung pengecer, harga telur ayam sudah mencapai Rp 26 ribu per kg.

“Harga telur mulai naik lagi,” kata Kasno seorang pedagang telur ayam di pasar tersebut.
Dikatakan ayah beranak dua ini, naiknya harga telur ayam terjadi sejak tiga minggu terakhir. Semula, harga telur di pasaran saat tiga minggu lalu hanya di kisaran Rp 20 ribu per kg.

“Naiknya secara bertahap. Tapi kenaikan paling tinggi terjadi sejak seminggu terakhir ini,” kata Kasno.

Kasno mengaku tidak mengetahui pasti penyebab naiknya harga telur ayam tersebut. Menurutnya, kenaikan harga sudah terjadi di tingkat agen.

Namun,tambah Kasno, berdasarkan pengalamannya selama ini, kenaikan harga telur ayam memang biasa terjadi setiap menjelang Natal dan tahun baru. Ditambah lagi, saat ini sudah mulai masuk musim penghujan.

Kasno mengakui, sejauh ini kenaikan harga telur ayam itu belum berpengaruh terhadap omset penjualannya. Namun yang pasti, dia selalu menerima protes dan keluhan dari para konsumennya.

Narti (39) Salah seorang penjual masakan di Kelurahan Paoman, Kecamatan Indramayu, menyatakan, kenaikan harga telur ayam itu membuat modal yang harus dikeluarkannya semakin besar. Di sisi lain, dia sulit menaikkan harga jual masakan karena khawatir kehilangan pelanggan.

“Ya saya naikkan sedikit harganya, soalnya kalau tidak ikut naik, jelas kita rugi,” tutur Narti.

Narti mengaku tidak memiliki pilihan lain kecuali menaikkan harga jual masakan telurnya. “Yah kita harus bilang apa.”, keluhnya. (Odok/KC Online)