SUASANA di depan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cianjur sepi usai OTT KPK, Rabu, 12 Desember 2018. (PRLM/KC Online)

CIANJUR, (KC Online).-

Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cianjur terpantau sepi pasca OTT Bupati Cianjur dan sejumlah pejabat dinas terkait dilakukan. Sejumlah pihak terkait, mengaku tidak tahu menahu mengenai tangkap tangan yang melibatkan enam pejabat daerah pada Rabu, 12 Desember 2018 subuh.

Diduga, penangkapan tersebut terkait transaksi suap dana di bidang pendidikan. Menurut informasi yang diperoleh, Bupati Irvan Rivano Muchtar ditangkap karena menerima uang suap terkait anggaran pendidikan yang mencapai Rp 1,5 miliar.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejak pagi hingga menjelang siang suasana di lingkungan Kantor Disdik Cianjur sepi tidak seperti biasanya. Ruangan Kepala Dinas Cecep Sobandi dilantai dua dalam keadaan terkunci. Hal yang sama terlihat juga di ruangan Kabid SMP Rosidin, yang terkunci dengan keadaan lampu ruangan masih menyala.

Ketika disambangi oleh awak media, beberapa staf yang berada di ruangan kabid sedang sibuk berbincang. Hanya saja, mereka langsung terdiam saat melihat kedatangan wartawan. Salah seorang staf mengatakan, jika kabid tidak terlihat sejak pagi.

Sementara itu, Sekretaris Disdik Cianjur Asp Saepurohman membenarkan kedatangan sejumlah orang ke kantor tersebut. “Ada lima orang tidak dikenal datang, membawa kunci ruangan kepala dinas dan Kepala Bidang SMP,” ujar Asep.

Menurut dia, lima orang yang terdiri dari empat pria dan satu wanita itu datang ke dua ruangan yang diketahui terletak berjauhan. Hanya saja, Asep belum bisa memastikan siapa kelima orang itu.

Ia juga tidak bisa menyimpulkan, jika kelimanya merupakan tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atau sekedar preman yang melakukan tindak kriminal terhadap dua orang penting di Dinas Pendidikan Cianjur.

“Saya cuma dapat informasi dari beberapa staf di kantor soal kedatangan mereka. Intinya, kelimanya datang pagi-pagi ke dua ruangan tadi,” ucapnya.

Secara terang-terangan diakui, jika ia tidak mengetahui berita maupun kronologi penangkapan dua orang petinggi disdik itu. Asep sama sekali tidak tahu, kasus apa yang melibatkan keduanya sehingga terciduk oleh KPK.

Akan tetapi, sebelum informasi tersebut ramai, kedua pejabat itu memang tidak terlihat sejak pagi hingga siang hari. Ia mengungkapkan, ponsel keduanya pun tidak dapat dihubungi sepanjang hari.

“Saya masih melakukan koordinasi dengan staf terkait masalah Ini. Untuk lebih pastinya nanti kalau sudah ada informasi lebih lanjut,” ujar dia.

Sebelumnya, diinformasikan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar bersama beberapa pejabat dikabarkan terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK). Diduga penangkapan tersebut terkait transaksi suap dana di bidang pendidikan.

Di tempat terpisah, Kepala Bagian Humas Setda Kabupaten Cianjur, Gagan Rusganda mengaku, belum mendapatkan informasi terkait penangkapan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar.

Gagan bahkan tidak mengetahui keberadaan Bupati Cianjur saat ini, karena diketahui orang nomor satu Cianjur itu tidak memiliki agenda khusus.

“Saya belum dapat info dan sekarang tidak tahu bupati sedang dimana. Soalnya tidak ada agenda hari ini,” ujar Gagan. (PRLM/KC Online)