KAPOLRES Indramayu Ajun Komisaris Besar M. Yoris MY Marzuki didampingi Waka Polres Komisaris Ricardo Condrat Yusuf dan Kapolsek serta Camat Krangkeng saat menggelar silaturahmi Kamtibmas di Kantor Desa Singakerta, Kabupaten Indramayu, Rabu (5/12/2018). Udi/KC Online

INDRAMAYU, (KC Online).-

Untuk menekan angka kriminalitas Kapolres Indramayu Ajun Komisaris Besar M Yoris MY Marzuki menggelar silaturahmi kamtibmas. Acara yang digelar di kantor desa Singakerta, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Rabu (5/12/2018).

Selain silaturahmi kamtibmas, dilakukan pula deklarasi damai pemilihan legislatif (Pileg), Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 dalam rangka mewujudkan pemilu tahun 2019 yang aman, damai dan sejuk di wilayah hukum Polres Indramayu.

“Kami meminta kerja sama masyarakat Kecamatan Krangkeng untuk ikut mendukung terciptanya situasi yang kondusif. Karena tak lama lagi akan ada Pileg, pilpres. Untuk itu mari kita mewujudkan pemilu yang aman, damai dan sejuk,” pinta Yoris saat memberikan sambutan.

Dalam kesempatan itu pula Yoris menyampaikan pesan-pesan kamtibmas terkait dengan permasalahan hukum maupun berita hoax yang diduga dibuat oleh orang tak bertanggungjawab untuk sasaran memecahbelah persatuan.

“Polres Indramayu saat ini menaruh perhatian lebih terhadap pencurian kendaraan bermotor. Sebab kami banyak menerima keluhan dari masyarakat tentang sering terjadinya kehilangan kendaraan roda dua. Dari keluhan itu, kami segera bergerak ke lapangan dan melakukan razia besar-besaran kendaraan di beberapa tempat. Dan hasilnya dalam kurun waktu sebulan mengamankan 312 unit motor curian,” katanya.

Dari motor-motor tersebut, lanjut dia, 178 di antaranya tidak teridentifikasi karena nomor rangka dan mesinnya telah dirusak. Dan sebanyak 40 unit sudah teridentifikasi dan dikembalikan kepada pemiliknya.

“Terhadap aksi pelaku ini kami akan terus menggelar razia guna menekan kriminalitas di Kabupaten Indramayu. Polisi akan terus berpatroli guna memberikan rasa aman kepada masyarakat. Apalagi dalam waktu dekat masyarakat akan merayakan perayaan akhir tahun,” tegas Yoris.

Sementara itu, Camat Krangkeng Ali Alamudin mengakui, tindak kriminal curanmor memang selalu dikaitkan oleh warga di wilayahnya. Padahal pelakunya hanya segelintir orang saja. Namun membuat nama wilayahnya buruk keseluruhan.

Dia juga mengatakan, tingginya tindakan kriminalitas tak lepas dari faktor ekonomi dan Sumber Daya Manusia (SDM) termasuk sulitnya lapangan pekerjaan sehingga membuat mereka nekat melakukan aksi kriminal.

“Rata-rata dari pelaku kriminal berpendidikan kurang tinggi termasuk pendidikan agama. serta kurangnya lapangan pekerjaan membuat mereka nekat berbuat itu. Sementara Kebutuhan ekonomi mendesak,” ucapnya

Untuk mengatasi kasus tersebut, kata Ali, perlu penanganan serius dari pemerintah daerah. Dia merencanakan para pemuda Krangkeng akan diberikan pelatihan kerja.

“Sejauh ini upaya pencegahan telah dilakukan ke tengah masyarakat. Salah satunya terus memberikan pemahaman agama kepada para warga. Dan kami mengharapkan keberadaan pesantren yang ada bisa mengubah pola hidup masyarakatnya. Ke depan untuk menanggulangi kriminalitas, kami berencana mengakomodir bakat-bakat pemuda Krangkeng dengan ngarahkan bakat mereka sesuai minat dan kemampuan. Hal ini guna menghapus citra negatif terkait wilayah Krangkeng,” tutur Ali.(Udi/KC Online)