KARNAVAL Ogoh-Ogoh dalam acara Sedekah Bumi. Udi/KC Online

INDRAMAYU.(KC Online).-

RIBUAN warga Desa Kapringan, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu menggelar karnaval ogoh-ogoh raksasa berukuran besar. Acara yang digelar pada puncak perayaan ulang tahun desa atau syukuran sedekah bumi diringi 34 ogoh-ogoh raksasa yang diarak keliling kampung. sedekah bumi ini merupakan ungkapan syukur atas berkah hasil bumi yang melimpah di desa setempat.

Karnaval ogoh-ogoh diawali dengan replika keraton sembuluh kemudian 34 ogoh-ogoh hasil kreasi pemuda dan warga dari tiap blok di desa tersebut diarak keliling kampung. Perayaan puncuk hari ulang tahun desa atau sedekah bumi ini rutin di gelar setiap tahunnya.

Sedangkan jenis ogoh-ogoh yang dibuat warga beragam mulai dari karakter iblis, binatang serta kesatria dan pangeran dengan masing masing ogoh-ogoh ukurannya bervariasi dari empat meter hingga delapan meter dan ketinggian mencapai 3 meter. Untuk pengerjaannya butuh ketelitian dan kesabaran karena memakan waktu hingga 3 bulan lamanya.

Warga desa ini antusias menyambut sedekah bumi. Selain sebagai bentuk pelestarian budaya lelulur, sedekah bumi juga sebagai ajang silaturahmi wargauntuk mempererat kekluargaan sesama warga agar tetap kompak dalam menjaga warisan budaya tersebut.

Termasuk mengucapkan rasa syukur atas limpahan hasil bumi yang berlimpah membuat warga makmur. selain itu puncak karnaval ogoh-ogoh ini juga bertujuan untuk mengusir roh jahat yang dapat mengganggu ketentraman warga.

Salah satu peserta karnaval ogoh-ogoh, suwanto membenarkan tentang itu. Menurut dia, waktu untuk persiapan karnaval cukup panjang. Bahkan setiap kelompok bisa satu bulan untuk membuat ogoh-ogoh itu.

“Waktunya satu bulan bahkan lebih. Karena kami kreasi sendiri bukan meniru namun apabila dibuatnya meniru dari internet biayanya akan mahal,” kata dia.

Hal senada dikatakan Sukijah, Kuwu Desa Kapringan. Menurut dia, acara tersebut dalam rangka sedekah bumi mensyukuri karena Desa Kapringan sudah musim panen pertama dan bersyukur setelah musim panen.

“Alhamdulillah warga berduyun-duyun ke sini, karena itu acara sakral dari zaman dulu. Untuk jumlah ogoh-ogoh ada 34 terdiri dari setiap blok di Desa Kapringan. Jenisnya ada yang buta (iblis), kuda, serta ciri khas Desa Kapringan, ” terangnya.

Selain karnaval ogoh-ogoh, acara syukuran sedekah bumi dalam ulang tahun desa juga digelar sejumlah ritual berdoa dan bebersih dimakam leluhur serta ruwatan di makam keramat. (Udi/KC Online)