KECAMATAN Mundu Kabupaten Cirebon merupakan gerbang wilayah timur, namun terkesan minim penerangan jalan umum (PJU), baik di jalur Pantura maupun jalan kabupaten.*Josa/KC Online

CIREBON, (KC Online).-

Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon merupakan gerbang wilayah timur, namun terkesan minim penerangan jalan umum (PJU), baik di jalur Pantura maupun jalan kabupaten.

Saat senja tenggelam, Pantura Kecamatan Mundu gelap. Misalnya di jalur Pantura dari Desa Bandengan hingga Desa Waruduwur, kecatamatan setempat. Begitu juga jalan kabupaten, dari Desa Bandengan hingga Desa Luwung, hanya temaram dari penerangan rumah dan warung yang ada di jalur tersebut.

Menurut Kasatgas Desa Waruduwur, Said, keberadaan PJU sangat dibutuhkan masyarakat untuk aktivitas saat malam hari. Khusunya, pengguna jalan di jalur Pantura. “Jalur Pantura tak mengenal waktu keramaian, dari mentari terbit hingga senja tenggelam. Namun belum adanya PJU, membuat pengendara motor ekstra hati-hati. Karena, gelapnya jalur tersebut,” katanya, Rabu (5/12/2018).

Masih dikatakan Said, selama ini pihak desa hanya membenahi yang menjadi kewengan desa. Sedangkan, jalur Pantura kewenangan daerah atau pun provinsi. “Lihat saja sendiri, ketika malam, jalur Pantura di desa ini gelap. Mulai dari tempat bekas penimbangan kendaraan hingga Kecamatan Astanajapura,” ujarnya.

Dirinya mengharapkan, dalam waktu dekat realisasi pemasangan PJU dan memperbaiki PJU yang matu, guna mempermudah aktivitas masyarakat. “Kasihan masyarakat, yang menyebrang jalan ketika ingin berjualan ke pasar dan pengguna jalan, yang melintasi jalur Pantura” keluhnya.

Senada dikatakan Ketua BPD Citemu, kecamatan setempat, Lukman, PJU yang ada di ini hanya kisaran dua unit dan kerap kali mati. “Masyarakat kurang paham arti kewenangan. Yang dilakukan masyarakat, hanya melaporkan ke pihak desa dan melaporkan ke kecamatan. Namun, hingga sekarang belum ada penambahan PJU maupun aksi cepat dari PJU yang padam. Sehingga, perlu adanya upaya terbaik dari pihak terkait,” pintanya.

Lukman menceritakan, masyarakat yang sebagian besar nelayan tentunya membutuhkan penerangan di jalur Pantura untuk menjual hasil tangkapan ke pasar. Akan tetapi ketika minim penerangan (PJU), masyarakat yang akan menyebrang harus ekstra hati-hati. Selain kendaraan yang melintas kencang juga minimnya PJU.

“Diharapkan, pihak terkait realisasikan pemasangan PJU baru dan aksi cepat, ketika ada laporan mengenai lampu yang tak menyala. Kalau pun kewenangan provinsi, pihak kabupaten segera ajukan. Agar, masyarakat lebih nyaman saat aktivitas. Terlepas kewenangan siapa yang memperbaiki maupun memasang PJU, masyarakat tidak mau tahu,” harapnya. (C-12)