TIM Kejaksaan Negeri Kota Cirebon bersama pihak akademisi Unswagati, saat melakukan "hammer test" pengerjaan betonisasi di Jalan Cipto Mangunkusumo Kota Cirebon, Rabu (5/12/2018).*Mamat/KC Online

CIREBON, (KC Online).-

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cirebon turun ke lapangan melakukan pemeriksaan hasil pekerjaan peningkatan jalan oleh dinas teknis di ruas Jalan Cipto Mangunkusumo, Rabu (5/12/2018). Kegiatan yang dilakukan tim dari Kejaksaan kali ini  yakni dengan menggandeng ahli teknik dari pihak akademisi Unswagati Cirebon.

Dalam pelaksanannya, Kejaksaan melakukan “hammer test” terhadap hasil pekerjaan betonisasi di Jalan Cipto yang dikerjakan pada tahun 2017 lalu.

Plh Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) pada Kejaksaan Negeri Kota Cirebon, Muhammad Hendra mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk melengkapi sejumlah data yang sudah dikantongi. Meski tidak menjabarkan secara detail, namun pihaknya hanya melaksanaan tugas terkait dugaan adanya penyalahgunaan anggaran yang diindikasikan pada tindak pidana korupsi.

“Ini adalah pengecekan cek fisik lapangan. Dari data yang kita peroleh, katanya peningkatan Jalan Cipto ini bermasalah. Jadi dalam hal ini kita terus dalami untuk menambah bukti,” ungkap Hendra.

Pihaknya menyebutkan, untuk perkara terkait dugaan adanya kejanggalan pada pembangunan Jalan Cipto tersebut, memang sudah masuk dalam penyidikan umum. Oleh karenanya, dalam proses penyidikan  belum sampai pada tahap menetapkan tersangka.

Namun demikian, pendalaman akan terus dilakukan oleh Kejaksaan, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang terlibat dalam pembangunan jalan serta trotoar di tahun 2017 tersebut.

“Sudah penyidikan umum dan belum menentukan tersangka. Nanti hasil dari pengecekan ini kita serahkan ke Pidsus,” ujar Hendra.

Berdasarkan pengamatan, tim dari Kejaksaan turun ke lapangan terkait adanya dugaan kasus penyalahgunaan anggaran yang berdampak pada tindak pidana korupsi dalam pengerjaan proyek peningkatan infrastruktur.

Apalagi, sebelumnya Kejaksaan telah melayangkan surat per 23 November kepada pihak ULP Kota Cirebon dengan Nomor B-2931/0.2.11/fd.1/11/2018. Hal itu terkait dengan bantuan pemanggilan saksi atas adanya dugaan korupsi dalam pengerjaan proyek peningkatan Jalan Cipto Mangunkusumo pada tahun 2017.

Pengerjaan pengingkatan jalan sendiri meliputi betonisasi, trotoar, pengaspalan, drainase senilai Rp 11,5 miliar oleh DPUPR yang dilelangkan ULP pada 19 Agustus 2017 lalu.

Sementara itu, Kepala Seksi Intelejen (Kasi Intel), Nurul Hidayat mengatakan, pihaknya melakukan cek fisik di lapangan guna melengkapi sejumlah data yang telah diperoleh sebelumnya. Pengecekan yang dilakukan terkait pengerjaan peningkatan jalan.

“Dasarnya ini adalah temuan. Kami melakukan cek fisik lapangan pekerjaan peningkatan. Tapi  belum mengetahui adanya indikasi pelanggaran melawan hukum atau tidak. Oleh karenanya, dilakukan pengecekan lapangan dengan menggandeng pihak akademisi.

Untuk hasilnya, seperti apa nanti akan diketahui selanjutnya, setelah proses di lapangan selesai,” tambah dia.(C-10)