GM Coorporate Secretary Polytama, Dwinanto Kurniawan menyerahkan pemberian makanan tambahan di pos 1 Posyandu Tinumpuk. KC Online

INDRAMAYU, (KC Online).-

Rendahnya tingkat kehadiran ibu dan anak untuk memeriksakan rutin kesehatannya ke Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di sejumlah desa di Kabupaten Indramayu, sangat memprihatinkan. Sejumlah pihak yang peduli dengan kesehatan masyarakat, terutama pada bayi dan ibu, kini mulai tergerak untuk memaksimalkan tingkat kehadiran tersebut.

Desa Tinumpuk, Kecamatan Juntinyuat, merupakan salah satu desa yang di beberapa posyandunya rendah tingkat kepesertaan warganya. Di Pos 1 misalnya, dari 90 anak yang terdatar, pada saat posyandu digelar, tidak lebih dari 20 anak atau ibu yang memeriksakan anaknya.

“Kondisi ini sangat memprihatinkan. Padahal keberadaan posyandu sangat penting untuk memantau tingkat kesehatan anak balita dan ibunya,” tutur Tarno, Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pondo, Kamis (13/12/2018).

Melihat kondisi memprihatinkan yang menyangkut kesehatan masyarakat itu, PT Polytama Propindo tergerak untuk turut peduli. Bersama Puskesmas Pondoh, perusahaan itu mengkampanyekan gerakan “Meng Posyandu Yuk”.

Lewa gerakan tersebut, Polytama aktif mendorong agar warga seperti di Pos 1 Tinumpuk agar tergerak untuk datang ke posyandu. Menggunakan dana CSR (Coorporate Social Responsiblity), perusahaan bijih plastik yang berlokasi di Juntinyuat, mengalokasikan untuk pemberian makanan tambahan (PMT) di posyandu tersebut.

“Kami prihatin dengan masih rendahnya keaktifan ibu mengantar balitanya ke posyandu di Tinumpuk. Karena itu, kami tergerak untuk ikut mengkampanyekan pentingnya datang ke posyandu dan melaksanakan program Meng Posyandu Yuk dengan PMT,” tutur Dwinanto Kurniawan, General Manager Coorporate Secretary PT Polytama.

Program “Meng Posyandu Yuk” rupanya diapresiasi oleh warga setempat. Pada kegiatan pertama yang digelar, Selasa (11/12/2018) lalu, mampu meningkatkan angka kehadiran mencapai seratus persen lebih dari sebelumnya.

Jika sebelumnya hanya 20 ibu yang memeriksakan anaknya di Pos 1 Posyandu, pada kegiatan kemarin mencapai 60 ibu yang datang membawa anak balitanya.Masih ada 30 anak terdaftar yang belum hadir, namun akan terus didekati oleh perusahaan peraih ISO 9001, ISO 14001, Iso 22000 dan ISO 18001 itu, agar mau hadir ke posyandu.

“Alhamdulillah, setelah ada program Meng Posyandu Yuk, tingkat kehadiran meningkat dua kali lipat. Kami berharap, pada jadwal posyandu ke depan, seluruh yang terdatar sebanyak 90 anak bisa hadir semua,” tutur Atin, Bidan Pembina Posyandu.

Saat program itu digulirkan, sejumlah pihak berperan aktif untuk mendorong para ibu memeriksakan balitanya. Selain dari pihak aparat Desa Tinumpuk, Puskesmas Pondoh, tampak pula partisipasi dari tim CSR Polytama.

Dwinanto menjelaskan, program dengan tema “Meng Posyandu Yuk!” yyang digagas perusahaan peraih sertifikat halal itu bertujuan agar masyarakat, khususnya para ibu yang memiliki balita, lebih sadar dan peduli pada kesehatan anaknya. Keberadaan posyandu sangat penting untuk memantau perkembangan kesehatan dan tingkat gizi balita, termasuk juga ibu hamil.

“Pos 1 salah satu posyandu yang tingkat kunjungannya paling rendah. Kita bersama pihak desa, puskesmas dan bidan pembina bersama-sama mendorong warga untuk mau hadir. Bagaimanapun, posyandu itu pos terdepan dalam program peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat,” tutur Dwinanto.

Dijelaskan, program yang sama juga akan digulirkan di desa-desa yang menjadi ring 1 Polytama seperti Limbangan dan Lombang.

Dengan mengusung tema “Meng Posyandu Yuk”, diharapkan kesehatan masyarakat, terutama ibu hamil dan balita, bisa ditingkatkan.

“Polytama punya tanggung jawab sosial untuk meningkatkan derajat kesehatan dan gizi masyarakat sekitar. Untuk ini, bermitra melalui posyandu, cukup efektif dalam kontribusi mendukung program pemerintah,” tutur Dwinanto yang perusahaannya telah meraih penghargaan kecelakaan nihil, wajib Pajak Badan dengan kontribusi PPh Pasal 21 terbesar atas penerimaan pajak KPP Pratama Indramayu itu.(C-19)