CIREBON,(KC Online).-

Tak hanya di Kota Cirebon, tawuran antarpelajar pun makin marak di Kabupaten Cirebon.

Salah satu sekolah yang siswanya paling sering tawuran adalah sebuah SMK di Jalan Raya Panembahan, Kecamatan Plered, serta sebuah SMK di Jalan Tuparev, Kecamatan Kedawung.

Terakhir, pada pekan lalu seorang siswa dikejar-kejar polisi saat melarikan diri usai tawuran, di Jalan Tuparev. Hal ini menjadi perhatian warga setempat.

Saat ditanya terkait hal ini, Penjabat Bupati Cirebon Dicky Saromi mengatakan, tawuran antarpelajar merupakan PR semua pihak.

“Tak hanya pihak sekolah itu sendiri, tapi berbagai pihak lain. Tapi saya rasa sektor pendidikan harus memikirkan bagaimana caranya membuat sebuah pembelajaran yang dapat menghindarkan aksi tawuran tersebut,” kata Dicky, Jumat (7/12/2018).

Menurutnya, bagaimana pendidikan keluarga seorang siswa pun dapat mempengaruhi karakter siswa tersebut.

“Saya rasa harus ada penekanan di keluarga, bahwa para orang tua juga berperan dalam mendidikan anak-anaknya, tak hanya diserahkan ke pihak sekolah semata,” ungkapnya.

Dicky menambahkan, sebaiknya seluruh pihak berkolaborasi agar peristiwa tawuran antarpelajar tidak kembali terulang.

“Kolaborasi antara sekolah, orang tua, sektor pendidikan serta siswa itu sendiri. Ini harus dilakukan karena menyangkut masa depan anak-anak itu sendiri,” ujarnya. (Fanny)