KETUA PMI Kabupaten Cirebon, Hj. Rd Sri Heviyana saat menyosialisasikan tentang pentingnya prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) ke masyarakat di Kecamatan Gunungjati, Jumat (14/12/2018). Ismail/KC Online

SUMBER, (KC Online).-

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cirebon terus gencar menyosialisasikan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) ke masyarakat. Sebab, PMI menilai, dengan menerapkan PHBS dapat menekan gizi buruk serta terhindar dari berbagai macam penyakit.

Ketua PMI Kabupaten Cirebon, Hj. Rd Sri Heviyana menyampaikan, PHBS sangat penting dan menjadi keharusan untuk diterapkan semua masyarakat. Sebab kata dia, PHBS berkaitan erat dengan peningkatkan kesehatan individu, keluarga, masyarakat dan lingkungan. Cara itu untuk mencegah datangnya penyakit.

“PHBS ini salah satu cara menekan gizi buruk dan terhindar dari segala penyakit. Karena itu. Sosialisasi PHBS ini harus terus digencarkan oleh semua pihak,” kata Heviyana usai melakukan sosialisasi PHBS ke masyarakat, di tingkat Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Jumat (14/12/2018).

Menurutnya, secara umum PHBS dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mau menjalankan hidup bersih dan sehat. Hal tersebut agar masyarakat bisa mencegah dan menanggulangi masalah kesehatan.

Selain itu, lanjut Heviyana, dengan menerapkan PHBS, masyarakat mampu menciptakan lingkungan yang sehat dan meningkatkan kualitas hidup. “Saya kira untuk kualitas PHBS di Kabupaten Cirebon terus meningkat. Karena banyak pihak yang ikut memberikan pemahaman kepada masyarakat arti penting PHBS,” katanya.

Tak terkecuali PMI Kabupaten Cirebon, yang juga menjadi salah satu bagian untuk ikut menyosialisasikan PHBS ke masyarakat. Sebab PHBS relevansinya sangat erat dengan PMI. Tapi, untuk menerapkan PHBS tak lain atas kesadaran masyarakat sendiri. Kemudian, mereka berperan aktif untuk menggetoktularkan kegiatan di masyarakat.

“Gerakan PHBS ini sebagai langkah awal menuju peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” katanya.

Heviyana menjelaskan, derajat kesehatan manusia dipengaruhi empat faktor. Yakni faktor lingkungan, perilaku masyarakat, pelayanan kesehatan, dan keturunan. Faktor lingkungan dan prilaku masyarakat menjadi yang paling besar menentukan status kesehatan mereka.

Artinya, lanjut dia, anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat. “PHBS salah satu bidang kesehatan mendongkrak IPM juga,” kata Heviyana.

Menurutnya, tatanan PHBS melibatkan beberapa elemen yang merupakan bagian dari tempat beraktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Dan menjadi simpul-simpul untuk memulai proses penyadaran tentang PHBS. “PHBS itu harus dimulai dari rumah, sekolah, tempat kerja, sarana kesehatan dan tempat umum,” kata Heviyana. (Ismail/KC Online)