POLRES Cirebon saat menggelar jumpa pers terkait penangkapan pelaku pembunuhan di Mapolres setempat, Rabu (5/12/2018).* Ismail/KC Online

CIREBON, (KC Online).-

Pelaku pembunuhan terhadap Ruhyatun (37 tahun), warga Cucimanah, Pekalipan, Kota Cirebon, akhirnya terungkap. Polres Cirebon hanya butuh waktu tiga hari untuk mengungkap kasus pembunuhan ini.

Setelah melalui penyelidikan, diketahui Erwin Saputra (30 tahun) merupakan pelaku tunggal. Motif asmara berada di balik pembunuhan terhadap ibu dua anak tersebut.

“Awalnya pelaku menjalin asmara dengan korban, ketika pelaku akan memutuskan hubungan asmara terhadap korban, namun korban tidak terima dan terjadilah pertengkaran sehingga pelaku melakukan pembunuhan,” kata Kapolres Cirebon, Ajun Komisaris Besar Suhermanto dalam jumpa persnya, Rabu (5/12/2018), saat ekspose kasus tersebut di Mapolres Cirebon.

Suhermanto menambahkan, pembunuhan terjadi di mobil Escudo warna merah dengan nopol E 1714 VA. Saat itu, keduanya berada di atas mobil tersebut di Jalan Brigjen Darsono, By Pass, Kota Cirebon, tepatnya di depan PLTG.

“Itu terjadi pada Jumat malam pada pukul 19.00 WIB. Saat itu, korban duduk di depan di sebelah pengemudi. Saat bertengkar, pelaku emosi dan memukul dahi korban dengan menggunakan kunci ster mobil, kemudian pelaku menjerat leher korban dengan kunci ster juga. Setelah korban terdiam, pelaku keluar dari pintu pengemudi kemudian masuk ke belakang tepat di belakang korban,” ujarnya.

Dari kursi belakang korban, pelaku kembali menjerat dengan menggunakan kunci ster mobil untuk memastikan kematian korban. Setelah itu, pelaku menjalankan kembali kendaraannya dan menusuk leher korban berkali-kali dengan menggunakan obeng.

“Selanjutnya korban dibuang di pinggir jalan, tepatnya masuk ke Desa Sampiran, Kecamatan Talun,” jelas Suhermanto.

Pelaku pembunuhan dibekuk Polres Cirebon tanpa perlawanan di tempat tinggalnya, Perumahan Bumi Arum Sari RT 01 RW 11 Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.

Kapolres melanjutkan, usai melakukan pembunuhan, dalam perjalanan pelaku sempat membersihkan darah yang keluar dari dahi korban. Untuk memastikan kematian korban, pelaku menusuk leher korban berkali-kali dengan menggunakan obeng.

“Setelah yakin korban sudah meninggal, selanjutnya mayat korban dibuang di pinggir jalan baru termasuk Desa Sampiran Kecamatan Talun Kabuoaten Cirebon,” ujar Suhermanto.

Kapolres menjelaskan, proses penangkapan pelaku saat  Tim Tekab 852 Polres Cirebon Unit Reskrim Polsek Talun melakukan penyelidikan dan kemudian berdasarkan hasil penyelidikan, keterangan saksi dan baket yang ada mengarah kepada pelaku. “Pelaku diamankan di rumahnya pukul 01.30 WIB, tanpa perlawanan,” katanya.

Selain mengamankan pelaku, Polres Corebon juga mengamankan barang bukti dari Perumahan Bumi Arum Sari Jl. Angsana X No. 141 RT 01 RW 11 berupa satu set pakaian yang dikenakan korban saat kejadian. Satu unit mobil Escudo warna merah nomor polisi E 1714 VA berikut STNK dan kunci kontaknya.

Kemudian satu  buah kunci ster mobil terbuat dari besi berlapis plastik warna hitam, panjang sekira 50 cm. Dan satu unit handphone Samsung J7 Core warna gold.

“Akibat perbuatanya, pelaku terjerat Pasal 338 KUHP ancaman hukuman penjara 15 tahun,” tambah Suhermanto.

Sebelumnya, motor korban ditemukan di Superindo Kesambi. Setelah dicek nopol motor tersebut oleh petugas keamanan Superindo, ternyata motor tersebut milik korban. Motor ini diduga disimpan sengaja oleh korban, kemudian korban bersama pelaku janjian dan menaiki mobil Escudo kemudian terjadilah pembunuhan tersebut.(C-15/C-09)