CIREBON,(KC Online).-

23 desa di Kabupaten Cirebon masuk ke dalam kategori rawan pangan. Namun, penanganan terhadap puluhan desa ini dilakukan secara bertahap.

Rencananya, pada tahun ini ada tujuh desa yang akan mendapatkan penanganan, yaitu desa di Kecamatan Babakan, Karangsembung, Tengah Tani, Pabuaran, Dukupuntang, Pangenan, dan Astanajapura.

“Tahun lalu yang kita tangani ada di enam desa yang semuanya ada di wilayah timur Cirebon, 2017 ada lima desa yang desanya tersebar di timur dan tengah Cirebon, dan di 2016 ada lima desa yang tersebar di timur, tengah dan utara Cirebon,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Cirebon, H Muhidin, Kamis (10/1/2019).

Menurutnya, intervensi dari Dinas Ketahanan Pangan kepada warga yang termasuk kategori rawan pangan adalah memberikan bantuan terhadap kelompok.

“Kita ada program kawasan mandiri pangan berupa pemberian bantuan hingga Rp 100 juta. Bantuan ini diberikan agar tidak ada warga yang meminjam uang ke rentenir,” ungkapnya.

Muhidin menambahkan, warga yang masuk kategori pangan telah didata. Pendataan antara lain dilakukan dengan melihat akses pangan dan akses infrastruktur.

“Misalnya akses infrastruktur berupa jalan, jalannya rusak atau tidak. Kalau rusak, tentu berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi warga. Kemudian akses pangan, apakah makanan yang dikonsumsi warga itu lengkapil, misalnya apakah hanya karbohidrat saja dan proteinnya tidak ada. Kalau seorang warga tinggal di suatu desa yang akses jalannya rusak dan dia tidak konsumsi makanan lengkap kandungannya maka dia masuk kategori rawan pangan,” ujarnya. (Fanny)