KAPOLRES Majalengka Ajun Komisaris Besar Polisi Mariyono menyerahkan 77 kukang jawa hasil sitaan dari dua tersangka kepada Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) 6 Tasikmalaya, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat, Didin Syarifudin di Aula Kanya Wasistha Polres Majalengka, Kamis (10/1/2019). Tati/KC Online

MAJALENGKA, (KC Online).-

77 ekor Kukang Jawa atau Nycticebus dari 79 ekor yang disita dari dua tersangka diserahkan Kapolres Majalengka Mariyono kepada Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) 6 Tasikmalaya, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat di Aula Kanya Wasistha Polres Majalengka, Kamis (10/1/2019). Dau ekor diantaranya mati akibat stres.

Disampaikan kapolres Majalengka, Ajun Komisaris Besar Mariyono, kukang hasil penggrebekan yang dilakukannya di Blok Citayem kaler, Desa Cibodas, Kecamatan Majalengka pada Rabu (9/1/2019) tersebut segera diserahkan kepada Balai konservasi agar binatang dilindungi tersebut bisa terawatt dengan baik dan bisa kembali ke habitatnya.

“Ya sebelumnya tim gabungan Satuan Reskrim Polres Majalengka telah mengamankan 2 tersangka dan sebanyak 79 Hewan Langka Jenis Kukang Jawa atau Nycticebus yang dilindungi. Binatang hasil buruan tersebut mereka kumpulkan di sebuah kandang kayu, setelah hewan tersebut terkumpul banyak, kemudian rencananya akan dijual,” jelas Kapolres Mariyono.

Pihaknya, menurut kapolres, ingin melakukan oenyelamatan terhadap binatang tersebut, sehingga seluruhnya segera diserahkan.

Di tempat yang sama, Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) 6 Tasikmalaya, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jabar, Didin Syarifudin mengatakan, dari sebanyak 77 satwa Jenis Kukang Jawa atau Nycticebus yang dilindungi akan diserahkan kepada pengurus Internasional Animal Rescue Yakni Aris Hidayat dan rekannya agar dirawat hingga benar-benar bisa dilepas liarkan kembali ke alam liar.

Sementara itu, kedua tersangka akan dijerat pasal 21 ayat 2 huruf (a) jo pasal 40 ayat 2 huruf (a) UU RI Nomor. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati jo lampiran Nomor 74 Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor:P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi. (Tati/KC Online)