PETUGAS dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, melakukan pengasapan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di Kelurahan Cigadung, Kecamatan Cigugur. Erix/KC Online

KUNINGAN, (KC Online).-

Sebanyak 78 kasus demam berdarah dengue (DBD) terjadi di Kabupaten Kuningan selama Desember-Januari ini.

Untuk mengantisipasi meluasnya kasus DBD, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan cara 3M plus dan pengasapan (fogging).

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, Hj. Susi Lusiyanti, mengungkapkan, pihaknya telah menyampaikan surat edaran antisipasi Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD ke setiap puskesmas untuk dapat menyosialisasikan PSN 3M Plus di seluruh desa/kelurahan.

“Dalam penanganan DBD, peran serta masyarakat untuk menekan kasus ini sangat menentukan. Oleh karenanya program PSN dengan cara 3M plus perlu terus dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun khususnya pada musim penghujan,” tuturnya, Rabu (30/1/2019).

Dia menyebutkan, dalam program PSN, menguras berarti membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan sebagainya. Kemudian menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, torn air dan sebagainya.

Ditambah memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular demam berdarah.

Susi mengungkapkan, 3M plus berarti segala bentuk kegiatan pencegahan seperti, menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk dan lain-lain.

“PSN perlu ditingkatkan terutama pada musim penghujan dan pancaroba, karena meningkatnya curah hujan dapat meningkatkan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD.
sehingga seringkali menimbulkan kejadian luar biasa terutama pada saat musim penghujan. Kalau DBD sebenarnya karena siklus nyamuk aedes aegypti, dimana siklus penyebarannya pas musim pancaroba, yaitu peralihan musim panas dan hujan,” tuturnya.

Sesuai SOP

Sementara untuk penanggulangan di wilayah yang rentan terkena kasus DBD, Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan telah melakukan pengasapan. Kegiatan fogging dilaksanakan sesuai dengan standar operasional (SOP), jika ada kasus positif DBD dan berdasarkan hasil penyelidikan epidemiloginya yang mendukung.

“Fogging dilaksanakan dari mulai awal musim hujan dan masih berlanjut sampai sekarang sesuai dengan prosedur tetap. Karena yang penting adalah gerakan 3M plus bukan fogging,” ujarnya. (Erix/KC Online)