Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Cirebon, H. Asdullah. /KC Online

SUMBER, (KC Online).-

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Cirebon, H. Asdullah menegaskan, membangun pendidikan tetap membutuhkan partisipasi dari orang tua siswa dan elemen masyarakat lainnya.

Ia mengharapkan para orang tua siswa memahami tingginya kebutuhan dalam membangun dunia pendidikan, yang tidak semuanya tercover oleh dana BOS dari pusat, bantuan provinsi maupun APBD Kabupaten Cirebon.

“Tidak semua kebutuhan pendidikan dipenuhi lewat dana BOS, itu harus diketahui oleh semua pihak. Siswa yang ikut lomba-lomba di tingkat provinsi dan pusat misalnya, tetap butuh operasional. Pengayaan juga penting, yang kebutuhannya tidak dicover BOS,” jelasnya kepada KC Online, Kamis (10/1/2019).

Sarana prasarana penunjang, lanjutnya, juga tidak semua dipenuhi lewat dana BOS. Ada sekolah-sekolah tertentu yang mendesak perlu tambahan toilet, komputer, parkir kendaraan dan indoor, tentu pembiayaannya perlu bantuan dari orang tua siswa maupun elemen masyarakat yang peduli pendidikan.

Kadisdik menerangkan, bantuan atau partisipasi orang tua siswa ada payung hukumnya, yang tertuang dalam Perda Pendidikan nomor 13 tahun 2011.

Ada klausul dalam perda tersebut yang menyebutkan bila kebutuhan sekolah belum terpenuhi untuk peningkatan mutu, pihak sekolah diperbolehkan memberdayakan orang tua melalui komite sekolah.

Perda itu juga nanti akan dijelaskan lagi lewat Peraturan Bupati (Perbup) tentang bantuan orang tua siswa untuk peningkatan mutu pendidikan.

“Pihak sekolah, komite sekolah dan orang tua siswa akan duduk bersama melakukan musyawarah. Prinsipnya dimusyawarahkan, apapun hasilnya harus dipatuhi dan dijalankan. Bagi yang tidak mampu, tinggal bicara saja dan harus jujur,” tandas kadisdik.
Asdullah meyakinkan kembali bahwa siswa tidak mampu jangan diberi beban dari bentuk partisipasi. Bahkan, bila ada siswa yang tidak bisa berangkat ke sekolah karena tak punya ongkos, kepala sekolah atau pihak sekolah wajib memberinya.

“Saya sudah sampaikan ke para kepala sekolah, jangan sampai ada anak tidak berangkat ke sekolah karena terkendala ongkos. Kepala sekolah wajib memberi ongkos kepada anak itu, lewat dana BOS juga boleh,” ucapnya. (C-05)