PSTI Kabupaten Indramayu menggelar sosialisasi sekaligus motivasi bagi siswa SMP Negeri 1 Tukdana, Senin (21/1/2019). Cipyadi/KC Online

TUKDANA, (KC Online).-

Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Indramayu menggelar sosialisasi sekaligus motivasi bagi siswa SMP Negeri 1 Tukdana. Kegiatan ini menghadirkan atlet takraw nasional kembar berprestasi, Lena dan Leni Twins.

Di sekolah yang dikunjungi itu, keduanya juga melakukan napak tilas. Sebab Lena dan Leni Twins dulu sempat nyaris putus sekolah karena keterbatasan biaya.

Hingga akhirnya keduanya dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan beasiswa atas prestasinya dalam olahraga sepak takraw. Kedatangan tim disambut langsung Kepala SMPN 1 Tukdana Adi Arwadi.

Sekretaris Umum PSTI Kabupaten Indramayu, Ade Badruzzaman mengatakan, selain menghadirkan Lena dan Leni Twins yang sudah berlaga hingga ke mancanegara, PSTI juga menghadirkan atlet-atlet takraw lainnya yang juga menjadi kebanggaan Kabupaten Indramayu.

Antara lain Casito, Untoro, Sudarmono, Yusron, dan Suyono. Para atlet taktaw berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan siswa SMP Negeri 1 Tukdana yang juga merupakan almamater mereka. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Bidang Pembinaan dan Prestasi PSTI Indramayu Tahad.

“Kehadiran kami di sini selain untuk melakukan sosialisasi teknik dasar sepak takraw, juga untuk memotivasi siswa untuk berprestasi dalam olahraga takraw. Kita hadirkan Lena dan Leni Twins sebagai bukti keberhasilan atlet asal desa yang kini mampu mengharumkan nama bangsa dan negara di mata dunia,” ungkap Ade Badruzzaman, Senin (21/1/2019).

Di hadapan ratusan siswa, Lena dan Leni Twins berbagi kisah perjalanan dan perjuangannya hingga mencapai kesuksesan melalui sepak takraw. Keduanya mengenal sepak takraw pada 2006 silam, ketika itu masih duduk di bangku SMP.

Mereka berlatih di dalam Gelora Guru yang terletak di Blok Dongol Desa Karangkerta Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu. Hingga akhirnya nama Lena dan Leni Twins semakin berkibar lewat gelaran Asian Games 2018 beberapa waktu lalu.

Asian Games 2018 Jakarta Palembang, bukanlah hal baru bagi keduanya. Sejak beberapa tahun sebelumnya, Lena-Leni Twins sudah membela Indonesia pada Asian Games 2014 Incheon, Korea Selatan. Saat itu Lena dan Leni turut menyumbang dua perunggu bagi berkibarnya merah-putih.

Selain itu, medali lain yang mereka raih adalah 1 perak SEA Games 2017, dan 3 emas PON 2016, serta 1 emas King’s Cup 2016 yang merupakan ajang bergengsi takraw dunia di Thailand. Berbagai raihan prestasi tersebut, mendorong atet kelahiran Tukdana, Indramayu itu untuk memotivasi anak-anak desa dan generasi muda untuk menggelorakan takraw berprestasi.

“Pertemuan ini juga sekaligus untuk mencari atlet-atlet baru sepak takraw. Kita yakin dan percaya akan lahir atlet berprestasi berikutnya,” tutur Lena yang didampingi Leni.

Atlet kembar berusia 29 tahun itu juga tampak memperagakan kemahiran bermain bola berbahan dasar rotan yang dimainkan oleh kaki mereka. Meski kadang sulit membedakan antara Lena dan Leni, namun perbedaan itu dapat dilihat dari nomor punggung yang tidak pernah berubah, serta ketajaman skill yang berbeda.

Lena selalu bernomor punggung 6 dengan spesialis smash, sedangkan Leni bernomor punggung 2 pada posisi tekong. (C-22)