TINGGINYA curah hujan saat ini, menyebabkan hama keong mas di areal persawahan mudah berkembang biak dengan cepat. Iwan/KC Online

INDRAMAYU, (KC Online).–

Tingginya curah hujan saat ini, menyebabkan hama keong mas di areal persawahan mudah berkembang biak dengan cepat. Secara otomatis kondisi itu mengancam keberadaan tanaman padi yang baru ditanam.

Bahkan, sejumlah petani terpaksa melakukan tanam ulang padi karena serangan keong tersebut.

Hal tersebut seperti yang dilakukan para petani di wilayah Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu. Guyuran hujan yang terus turun dalam beberapa hari, mengakibatkan persemaian padi yang mencapai puluhan hektare di desa itu, menjadi habis.

Padahal, umur persemaian padi itu baru 12 hari lebih. Akibatnya, petani terpaksa harus tanam ulang secara keseluruhan.

“Tanaman habis semua dimakan keong mas,” ujar Kastiman petani di Blok Suketbaju, Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi, Rabu (8/1/2019).

Dijelaskan Kastiman, para petani pun mau tidak mau harus kembali mengeluarkan modal lebih banyak untuk membeli bibit dan membayar upah pekerja. Dia menyebutkan, harga benih padi mencapai Rp 8.000 per kg. Sedangkan untuk lahan seluas satu hektare, dibutuhkan benih sedikitnya 15 kg.

Kastiman menambahkan, para petani melakukan persemaian secara dini dengan maksud menghindari banjir pada puncak musim hujan mendatang. Namun ternyata, benih yang telah disemai malah habis dimakan keong mas.

“Kalau tidak terserang hama keong mas, harusnya sekarang sudah mulai tanam padi,” tegasnya.

Menurut Kastiman, banyaknya serangan hama keong mas itu disebabkan tingginya curah hujan dan sempitnya gorong-gorong pembuang air. Akibatnya, air limpasan gorong-gorong yang membawa keong mas selalu menggenangi areal persawahan.

Perlu obat

Untuk menghindari serangan keong mas, Kastiman dan petani lainnya berharap agar instansi terkait segera memperbesar ukuran gorong-gorong tersebut. Dengan demikian, air yang ada di dalam gorong-gorong dapat segera terbuang mengikuti arah arus.

Selain itu, Kastiman pun berharap agar Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu memberikan bantuan obat penyemprot keong mas. Pasalnya, obat tersebut sangat dibutuhkan untuk membasmi keong mas, terutama setelah hujan turun.

“Kalau habis hujan tidak disemprot, tanaman padi pasti habis dimakan keong mas. Sudah banyak bukti yang ada. Salah satunya petani harus kembali tanam ulang,” tutur Rusdani, petani lainnya.

Sumber Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, membenarkan maraknya serangan keong mas di daerah tersebut. Dia pun khawatir serangan keong mas akan terjadi pula di daerah-daerah lain.

“Kalau curah hujan tinggi, keong mas memang dengan mudah berkembang biak,” ujar sumber yang menolak disebut jatidirinya. (Odok/KC Online)