WAWAN Wanija tersenyum lebar saat beberapa orang yang datang ke rumahnya satu per satu menyalaminya. Setiap yang datang, Wawan langsung menyambutnya.* KC Online

Oleh Moh. Iskandar-Kabar Cirebon

WAWAN Wanija tersenyum lebar saat beberapa orang yang datang ke rumahnya satu per satu menyalaminya. Setiap yang datang, Wawan langsung menyambutnya dengan senyum lebar dan pelukan hangat. Sejumlah masyarakat yang mendatangi rumahnya, tampak berada di teras rumah, juga menyambut tamu yang datang.

Suasana rumah Wawan yang berada di kompleks Pilang Perdana saat itu tiba-tiba ramai dengan kendaraan roda dua dan roda empat yang parkir di halaman depan rumahnya. Sejumlah  orang yang datang pun terlihat membawa tumpengan nasi kuning.

Keramaian rumah Wawan tidak lain untuk menyambut Wawan yang telah bebas pada Rabu (23/1/2019). Puluhan kerabat, serta beberapa pengurus Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Cirebon menyambutnya di depan gerbang Lapas Kelas 1 Cirebon.

Suasana haru terjadi saat Wawan untuk pertama kalinya menghirup udara bebas di Kota Cirebon. Pun demikian, suasana haru juga tampak menyelimuti kediaman Wawan saat pertama kali menginjakkan kakinya di rumahnya.

Wawan merupakan mantan anggota DPRD Kota Cirebon yang tersangkut kasus APBD gate dan divonis 1,5 tahun oleh Pengadilan Negeri Cirebon 2014 lalu. Saat itu, ia dan beberapa anggota DPRD lainnya terpaksa menghuni Lapas Kelas 1 Cirebon (Kesambi). Empat tahun berada di Lapas Kesambi diakui oleh Wawan Sanija banyak mendapatkan pengalaman yang berharga.

“Alhamdulilah saya bersyukur kepada Allah Swt hingga hari ini masih diberikan kesempatan hidup dan sehat. Empat tahun menjalani vonis pidana itu bukan pekerjaan yang mudah,” lirih Wawan.

Wawan saat itu mencoba untuk sedikit mengungkit kembali kasus yang menyeretnya ke dalam Lapas Kelas 1 Cirebon. Menurut Wawan, semua masyarakat di Kota Cirebon mengetahui kasus APBD gate memiliki kecenderungan politis yang sangat kuat. Saat itu, Wawan meyakini bahwa dirinya tidak bersalah dan berupaya melakukan perlawanan hukum dengan sesuai prosedur.

“Semua tahu kasus APBD gate itu kecenderungannya politis yang sangat kuat. Kita sudah melakukan berbagai upaya, karena kita yakin apa yang didakwakan oleh jaksa saat itu sungguh di luar konteks dan dasar hukum yang didakwakan,” katanya.

Upaya banding

Berbagai upaya dilakukan termasuk melakukan banding terhadap vonis yang diterimanya. Alih-alih mendapatkan keringanan, namun vonis hukuman menjadi bertambah. “Kita banding malah diperberat jadi empat tahun,” ungkapnya.

Meskipun berat dan kecewa karena yakin dirinya tidak bersalah, namun Wawan tetap menjalani vonis ini dengan lapang dada. Hari demi hari ia mulai terbiasa dengan kehidupan sebagai warga binaan di Lapas Kelas 1 Cirebon sampai akhirnya bebas. Wawan sedikit kecewa, sebab selama menjalani hukuman Wawan dan beberapa terpidana APBD gate lainnya tidak mendapatkan remisi.

“PP Nomor 99 Tahun 2012 itu sesungguhnya sangat bertentangan dengan UU Kelembagaan di mana setiap warga negara mempunyai hak yang sama. Tapi nyatanya tidak, kita digolongkan dengan kejahatan teroris dan kejahatan luar biasa sehingga tidak dapat remisi,” tuturnya.

Wawan selanjutnya menceritakan pengalaman selama berada di Lapas Kelas 1 Cirebon. Kata Wawan, dirinya aktif di berbagai kegiatan di dalam Lapas. Bahkan dirinya diminta oleh pihak Lapas untuk menjadi tim psikoterapi. Dengan demikian Wawan aktif membantu kegiatan pembinaan kemasyarakatan di dalam Lapas. Wawan setiap harinya memberikan pembinaan mental kepada sesama warga binaan lainnya.

“Saya banyak belajar tentang miniatur kehidupan, bahwa nanti ada kehidupan yang kekal,” tegas Wawan.

Wawan menambahkan, saat ini masih ada beberapa terpidana APBD gate lainnya yang masih berada di dalam Lapas. Wawan menyebutkan, beberapa terpidana antara lain Setiawan, Iing Sodikin, Toha, Citoni, H Tajudin, Sama’un, Supriatna, Sukarela, Santoso, Budi Permadi, Safari Wartoyo san H Suyatno. Mereka masih berada di dalam Lapas. Namun, Wawan menyebutkan mereka akan bebas dalam waktu dekat ini.

“25 Februari ada 7 yang bebas lagi, tanggal 3 Maret dua orang bebas, yakni Safari Wartoyo dan H Suyatno,” katanya.

Untuk saat ini, Wawan mengaku akan berada di rumah. Namun, Wawan tidak menutup kemungkinan akan terjun kembali ke dunia politik dan berniat untuk turut serta membangun Kota Cirebon.

“Saya akan ikut membina partai, sebab masih banyak yang berharap saya membina partai,” imbuhnya.

Kalapas Kelas 1 Cirebon, Agus Irianto saat hendak dimintai konfirmasi masih berada di Jakarta. Namun, secara singkat ia membenarkan terpidana APBD gate bebas pada hari ini. “Benar bebas, saya lagi di Jakarta,” ucapnya singkat.***