BUPATI H Karna Sobahi membuka acara pasar rakyat dan Jambore SRC Majalengka, Minggu (13/1/2019). Jejep/KC Online

MAJALENGKA.(KC Online).-

PEMKAB Majalengka mendorong masyarakat agar gemar berbelanja di pasar tradisional ketimbang di pasar modern karena memiliki banyak manfaatnya.

“Manfaat berbelanja di pasar tradisional itu bisa terjadi tawar menawar, lebih lengkap, banyak pilihan, produk lebih segar, harga lebih murah, dan bisa lebih akrab dengan pedagang,” kata Bupati Majalengka H Karna Sobahi ketika membuka acara pasar rakyat dan Jambore SRC Majalengka, di Alun-Alun Majalengka, Minggu (13/1/2019).

Menurut Karna, dengan membeli di pasar tradisional berarti masyarakat mendukung usaha kecil menengah dan meningkatkan perokonomiaan masyarakat. “Belakangan ini pasar tradisional mulai kalah bersaing dengan banyaknya minimarket dan supermarket. Bahkan ada sampai di pelosok desa. Saya prihatin dengan kondisi semacam ini. Sehingga ke depan saya akan membuat kebijakan yang pro terhadap pasar tradisional,” katanya.

Dia menjelaskan, dengan semakin banyaknya minimarket dan supermarket menyebabkan pendapatan pedagang di pasar tradisional sedikit menurun. Terlebih pedagang di pasar tradisional biasanya adalah pedagang kecil. Jika para pedagang kecil ini omsetnya menurun, otomatis para produsen seperti petani dan peternak juga terkena dampaknya.

“Jika kita belanja di pasar tradisional secar tidak langsung mendukung usaha kecil para pedagang lokal sampai ke produsen lokal,” ucapnya.

Pihaknya juga berencana melaksanakan kerja sama pemerintah daerah dengan para pelaku usaha mikro, untuk bisa menyejahterakan masyarakat Majalengka. “Jangan sampai tergerus dengan aktivitas pasar modern, karena pasar tradisional merupakan warisan turun temurun dari leluhur kita,” katanya.

Ancaman

Dijelaskannya, keberadaan pasar tradisional dalam beberapa tahun terakhir mulai menghadapi ancaman dan dikhawatirkan pedagang akan gulung tikar karena bangkrut kehilangan pelanggan.

“Saat ini masyarakat tampaknya lebih memilih berbelanja di pasar-pasar modern, dengan berbagai pertimbangan, seperti kenyamanan, kebersihan, kualitas barang sampai alasan gengsi. Asumsi itu harus dibuang karena di pasar tradisional juga kalah nyaman dan bersih,” ungkapnya.

Dia juga akan membuat surat edaran ke setiap desa agar bisa menghasilkan produk yang menjadi ciri khas dari desa tersebut. “Ini bertujuaan agar Majalengka memiliki ciri khas, dan manfaatnya banyak sekali,” ucapnya.

Kegiatan itu diselenggarakan Forum Komunikasi Paguyuban SRC Majalengka yang mengusung tema “UKM Bangkit untuk Majalengka Raharja”. Turut hadir Wakil Bupati Majalengka Tarsono D Mardiana, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Majalengka Deden Hardian Narayanto, Kapolres Majalengka Ajun Komisaris Besar Mariyono, unsur pejabat Majalengka, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Majalengka Umar Maruf, Camat Majalengka Hendra Kristiawan, S.STp, Ketua SRC Majalengka Jaja Jaenudin dan para pedagang se-Kabupaten Majalengka sekitar 500 orang. Jejep/KC Online